Prohaba.co
Jenazah Warga Aceh Korban Penganiayaan Dipulangkan ke Lhokseumawe
Minggu, 24 Maret 2019 11:06 WIB
JAKARTA - Kantor Badan Penghubung Pemerintah Aceh (BPPA) di Jakarta menanggulangi seluruh biaya pemulangan jenazah Jufrizal, warga asal Desa Ujong Blang, Kecamatan Banda Sakti, Lhokseumawe yang meninggal dunia di  Tanjungmedar, Kabupaten Sumedang, Jawa Barat, Senin (18/3). Korban meninggal diduga akibat penganiayaan setelah sebelumnya diculik di kawasan Jakarta.

“Seluruh pembiayaan pemulangan jenazah mulai dari Sumedang sampai ke Lhokseumawe ditanggulangi Pemerintah Aceh melalui Kantor Badan Penghubung Jakarta,” kata Kasubbid Hubungan Antar Lembaga dan Masyarakat BPPA, T Syafrizal, kepada Prohaba di Jakarta, Sabtu (23/3).

Jenazah almarhum Jufrizal diterbangkan dengan pesawat kargo Garuda Indonesia dari Bandara Internasional Soekarno Hatta, Cengkareng ke Bandara Internasional Sultan Iskandar Muda (SIM) Blang Bintang, Aceh Besar, Sabtu (23/3) siang pukul 12.00 WIB. Selanjutnya dari Banda Aceh, jenazah dibawa ke Lhokseumawe menggunakan mobil ambulans bantuan Dinas Sosial Aceh.

Warga Aceh di Jakarta dan Jawa Barat sangat kaget saat mendapat informasi bahwa Jufrizal ditemukan dalam kondisi mengenaskan di Sumedang Jawa Barat. Pengurus Taman Iskandar Muda, Ciawi Bogor, Jawa Barat, Ayah Muchtar bersama dua anggota keluarga korban, Ramli (paman istri korban) dan Saiful Bahri (sepupu istri korban) langsung berangkat ke Sumedang Jawa Barat. 

“Kami menuju rumah sakit. Masih sempat bertemu dengan Jufrizal yang saat itu kondisinya sangat memprihatinkan. Kira-kira lima menit setelah kami tiba, dan masih sempat berkomunikasi dengan korban, Jufrizal mengembuskan napas terakhir,” ujar Ayah Muchtar.

Oleh kepolisian Sumedang, jenazah Jufrizal lalu dibawa ke Rumah Sakit Polri Bandung untuk dioutopsi.  “Di Bandung kami dibantu oleh Ketua Keluarga Masyarakat Aceh Badung (Kamaba), Nazli. Setelah outopsi selesai, saya atas nama keluarga menerima jenazah dan selanjutnya diberangkatkan ke Cikokol Tangerang, ke rumah kediaman Ramli, paman istri almarhum,” kata Ayah Muchtar.

Almarhum Jufrizal di kalangan masyarakat Aceh di Jakarta dikenal sebagai wiraswasta. Berdasarkan penjelasan kepolisian di Sumedang, Jufrizal diduga korban penculikan dan dibuang ke lokasi yang jauh dengan rumah warga.  Korban sempat merayap dan mengetuk pintu rumah warga.  Korban kemudian dirawat di RSU Sumedang setelah sempat dibawa ke Polsek di kawasan itu. Korban sempat sadarkan diri dan memberi tahu nomor telepon seluler  istrinya. Korban akhirnya meninggal di RSU Sumedang pada Kamis (21/3) malam.

Secara terpisah, sepupu korban, Saiful Bahri (38) warga Lhokseumawe kepada Serambi, tadi malam, menyebutkan, pihaknya menduga korban diculik dan diniaya, karena ditemukan lembab di sekujur tubuhnya. Diduga korban dipukul dengan benda tumpul. Ia berharap polisi di Sumedang mengusut tuntas kasus tersebut. Permintaan serupa juga disampaikan Anggota DPD asal Aceh, Sudirman alias Haji Uma. “Kita minta polisi supaya segera menangkap pelakunya,” ujar Haji Uma yang ikut membantu Rp 2 juta untuk membantu pemulangan jenazah korban.(fik/jaf) 

Editor : bakri