Prohaba.co
Mess SMA Mosa Arun Terbakar
Jumat, 22 Maret 2019 11:04 WIB
LHOKSEUMAWE – Dua rumah di kompleks perumahaan PT Perta Arun Gas (PAG) yang selama ini dijadikan mess bagi siswa SMA Negeri Mosa Arun Lhokseumawe, Kamis (2/3) siang, terbakar. Tidak ada korban jiwa dalam insiden itu, namun 20 siswa yang tinggal di mes tersebut untuk sementara dipindahkan ke bangunan lain di sekitar lokasi.

Ketua Tagana Lhokseumawe, Samsul Bahri, kepada Prohaba, kemarin, menjelaskan, yang terbakar hanya satu rumah. Sementara satu unit lagi yang letaknya berdempetan hanya terkena imbas saat pemadaman api. Menurutnya, rumah yang terbakar itu selama ini dihuni siswa kelas tiga. Saat kebakaran, rumah tersebut dalam kondisi kosong karena siswa sedang mengikuti Ujian Sekolah Berstandar Nasional (USBN) di sekolah mereka yang jaraknya sekitar 100 meter dari lokasi kejadian.

Saat asap mulai muncul dari rumah tersebut, menurutnya, penjaga asrama langsung melaporkan ke Pemadam Kebakaran PT PAG. Tidak lama kemudian, enam mobil pemadam dari PT PAG dan Pemko Lhokseumawe, tiba di lokasi. Api pun berhasil dipadamkan, sehingga yang terbakar hanya satu rumah beserta peralatan di dalamnya. Sedangkan satu rumah lainnya hanya rusak berat sebagai imbas dari pemadaman api. “Penyebab kebakaran sejauh ini belum bisa kita pastikan,” katanya.

Menurut Samsul, kedua rumah tersebut selama ini dihuni oleh 20 siswa. “Kita akan berkoordinasi dengan pihak sekolah, untuk sementara mereka akan tinggal dimana,” pungkasnya. 

Kepala SMAN Mosa Arun, Muhammad, yang dihubungi Prohaba, kemarin, mengatakan, siswa tidak tahu mengetahui adanya kebakaran dan memang sengaja tak diberitahu agar mereka tak terganggu mengikuti ujian. Mengenai penyebab kebakaran, Muhammad mengatakan, dugaan sementara kejadian itu diduga akibat korsleting listrik karena memang tidak ada sumber api lain di mess tersebut. 

Selama ini, menurut Muhammad, mess itu hanya dijadikan tempat tinggal bagi siswa kelas tiga. Untuk makanan dan minuman, lanjutnya, sudah tersedia di dapur.  “20 siswa yang tinggal di dua rumah tersebut, untuk sementara akan kita pindahkan ke rumah lain yang sebenarnya kita siapkan untuk siswa baru nanti,” demikian Muhammad.

Untuk diketahui, sejak beberapa tahun lalu SMAN Mosa Arun Lhokseumawe sudah menerapkan boarding school. Karena itu, siswanya tinggal di mess yang dulunya merupakan rumah dinas karyawan PT Arun. Rumah-rumah tersebut berlokasi di seputaran sekolah. Tiap satu rumah dihuni oleh 10 siswa.(bah)

Editor : bakri