Prohaba.co
62 Mayam Emas Hasil Curian Dicor di Atap Rumah
Selasa, 19 Maret 2019 11:20 WIB
Serambinews_emas.jpg
KASAT Reskrim Polres Pidie, AKP Mahliadi ST MM memperlihatkan tersangka kasus pencurian emas, Vazlun Nazari, di depan ruangan Sat Reskrim Mapolres setempat, Senin (18/3).
* Pelaku Pernah Jadi Tukang Cat di Rumah Korban

SIGLI - Satuan Reskrim Polres Pidie berhasil mengungkap pelaku yang membawa kabur 62 mayam emas dari rumah Hasrati Hasballah (45), PNS di Gampong Asan, Kecamatan Kota Sigli, Pidie, Jumat (1/3) pukul 10.00 WIB. Pelaku yang ditangkap Rabu (13/3) sekitar pukul 15.00 WIB tersebut adalah Vazlun Nazari (39), warga Gampong Meunasah Raya, Kecamatan Meurah Dua, Pidie Jaya. 

Uniknya, untuk mengelabui petugas, Vazlun menyembunyikan semua emas hasil curian itu di atap rumah orang tuanya Gampong Geudong-Geudong, Kecamatan Kota Juang, Bireuen. Sebelum disembunyikan, logam mulia tersebut terlebih terlebih dulu dilakban dan dicor menggunakan semen oleh pelaku.

Kapolres Pidie, AKBP Andy Nugraha Setiawan Siregar SIK, melalui Kasat Reskrim, AKP Mahliadi ST MM, kepada Prohaba, Senin (18/3) menjelaskan, pencurian emas sebanyak 62 mayam di rumah Hasrati Hasballah, warga Gampong Asan, Kecamatan Kota Sigli, Pidie, terjadi pada Jumat (1/3) sekitar pukul 10.00 WIB. Menurutnya, aksi itu dilakukan pelaku saat rumah korban dalam kondisi kosong. 

Dikatakan, Hasrati baru mengetahui rumahnya digasak pencuri saat ia pulang kerja pada hari yang sama sekitar pukul 19.00 WIB. Setiba di rumah, korban menemukan emas 62 mayam miliknya sudah hilang dan satu jendela didapati sudah rusak.

Berdasarkan keterangan pemilik rumah, polisi melakukan pengembangan kasus pencurian tersebut. Akhirnya terungkap bahwa pencuri yang membawa kabur 62 mayam emas milik Hasrati adalah Vazlun Nazari. Lalu, polisi langsung memburu Vazlun yang saat itu terlacak sedang berada di rumah istrinya kawasan Gampong Meunasah Raya, Kecamatan Meurah Dua, Pidie Jaya. Tanpa menunggu waktu, polisi berhasil menciduk Vazlun dengan tanpa perlawanan sedikit pun.

Kepada polisi, Vazlun mengakui menyatroni rumah Hasrati Hasballah dengan menguras puluhan mayam emas. Vazlun juga mengungkapkan, emas hasil curian itu disembunyikannya dengan cara dilakban dan dicor menggunakan semen. Kemudian, logam mulia tersebut diletakkan di atap atau di bawah parabola di rumah orang tuanya di Gampong Geudong-Geudong, Kecamatan Kota Juang, Bireuen. 

Dikatakan, rumah Hasrati Hasballah menjadi sasaran Vazlun, karena sebelum beraksi pelaku pernah bekerja mengecat rumah korban hampir sebulan lamanya. Sehingga pelaku mengetahui secara pasti kapan rumah itu berada dalam kondisi kosong atau tanpa penghuni. Karena itu, Vazlun dengan mudah mengambil 62 mayam emas milik Hasrati Hasballah pada pagi hari. Dikatakan, pelaku menerobos masuk ke dalam rumah korban dengan cara merusak salah satu jendela.

Dikatakan, emas yang dicuri Vazlun dalam bentuk gelang dan cincin. Rinciannya satu gelang emas seberat 10 mayam, tiga gelang emas masing- masing lima mayam, satu kalung seberat tiga  mayam, satu liontin emas seberat empat mayam, satu liontin bulat seberat satu mayam, dan dua cincin emas masing-masing beratnya dua mayam. 

Jika diuangkan, tambah AKP Mahliadi, emas tersebut nilainya sekitar Rp 120 juta. “Pelaku bersama barang bukti kini sudah kita amankan di Mapolres Pidie. Pelaku nekad mencuri dengan dalih untuk membayar utang,” pungkas Kasat Reskrim Polres Pidie.(naz)

Editor : bakri