Prohaba.co
Heboh! Mayat Pemuda di Tempat Pembuangan Sampah
Minggu, 10 Maret 2019 10:11 WIB
LHOKSUKON - Warga Kecamatan Sawang, Aceh Utara, Sabtu (9/3) sekitar pukul 12.30 WIB dihebohkan dengan temuan sesosok mayat pria dalam kondisi telungkup di dekat tempat pembuangan sampah liar kawasan Desa Lagang, Kecamatan Sawang, Aceh Utara. Belakangan terungkap pria itu adalah MA (26), pemuda asal Dusun Peutua Daud, Kecamatan Peusangan Siblah Krueng, Bireuen.

Informasi yang diperoleh Prohaba, kemarin, mayat tersebut dilihat pertama kali oleh pemulung yang sedang mengumpulkan botol bekas di tempat pembuangan sampah liar, kawasan Desa Lagang. Setelah melihat mayat laki-laki dalam kondisi telungkup, pemulung itu langsung melaporkannya ke warga setempat.

Tak lama kemudian, informasi tersebut langsung beredar di kalangan masyarakat Sawang dan sekitarnya. Sehingga warga berduyun-duyun datang ke lokasi. Namun, warga tidak bisa mengenali mayat tersebut karena dalam kondisi telungkup. Informasi tersebut segera diteruskan warga ke Polres Lhokseumawe.

Tim Polres Lhokseumawe bersama Polsek Sawang kemudian tiba di lokasi dan langsung memasang police line guna memulai proses penyelidikan. Lalu, mayat tersebut dibawa petugas ke rumah sakit untuk divisum. “Informasi yang saya dapatkan tadi dari warga, jenazah sudah dibawa menggunakan ambulans. Kemungkinan ke rumah sakit,” ujar Suryadi, warga Sawang, kepada Prohaba, di lokasi kejadian.

Kapolres Lhokseumawe, AKBP Ari Lasta Irawan, melalui Kasat Reskrim AKP Indra Trinugraha Herlambang SH kepada Prohaba, kemarin, menjelaskan, mayat pria itu ditemukan di pinggir jalan dekat tempat pembuangan sampah kawasan Desa Lagang, Kecamatan Sawang, Aceh Utara. “Saat ini kami sedang melakukan outopsi terhadap jenazah di Rumah Sakit Cut Meutia,” ujar Kasat Reskrim.

Dari hasil visum awal, tambah AKP Indra, tidak ditemukan luka akibat benda tajam pada tubuh korban. Sementara kulit terkelupas lebam pada tubuh korban merupakan proses pembusukan mayat, karena diperkirakan pemuda itu sudah meningga tiga atau empat hari lalu. “Dokter RSU Cut Meutia belum bisa memastikan penyebab kematian korban tanpa melalui outopsi oleh dokter ahli,” pungkas Kasat Reskrim Polres Lhokseumawe.(jaf)

Editor : bakri