Prohaba.co
ABG Helat Lapak Mesum di Gedung Kosong
Senin, 4 Maret 2019 11:16 WIB
* Satu Orang Cot Iku

LANGSA - Petugas Dinas Syariat Islam Langsa dan Wilayatul Hisbah (WH), Minggu (3/3) dini hari, kembali menggerebek lokasi bekas kantor Dinas Pendidikan Aceh Timur, di Jalan A Yani, Gampong Paya Bujok Seuleumak, Kecamatan Langsa Baro, Kota Langsa.

Dari lokasi gedung kosong itu, petugas mendapati dua pasang anak baru gede (ABG) yang sedang bermesum ria. 

Saat itu petugas mengamankan 3 orang terduga pelaku mesum, 1 orang lainnya berhasil lolos dari sergapan atau cot iku. 

Mereka yang menghelat lapak syahwat itu adalah, pria ML (18) warga Birem Bayeun, Aceh Timur dan wanitanya berinisial MS (17) warga Langsa Kota. Kemudian wanita berinisial LS (17) beralamat di Langsa, dan pasangan prianya berhasil kabur.

Kepala Dinas Syariat Islam Kota Langsa, Drs H Ibrahim Latif MM, mengatakan, bekas kantor Dinas Pendidikan Aceh Timur tersebut kerap menjadi sarang maksiat.

Kondisi ini menjadi masalah besar dalam hal penegakan syariat Islam di Langsa, karena di kantor yang kini diterbengkalaikan serta tidak ada lampu penerang, kerap menjadi sarang mesum. “Senin malam sekira pukul 01.30 WIB, saat petugas menyisir gedung kosong ini, ditemukan sejumlah anak remaja berpasang- pasangan berbuat mesum  (khalwat) baik di luar maupun di dalam gedung,” ujarnya.

Dini hari (Senin-red) petugas nerhasil mengamankan 3 orang, dan sejumlah lainnya lolos dari sergapan petugas yang telah nerupaya mengejar mereka. 

Sementara yang berada di dalam gedung, diduga berkhalwat dengan suasana gedung gelap, 3 orang berhasil diamankan yaitu 2 wanita dan seorang pria. “Seharusnya dapat kita amankan empat orang atau dua pasang. Tapi satu yang laki laki berhasil lolos, akhirnya tiga orang saja yang dapat digelandang petugas WH,” sebutnya.

Terduga pemesum  yang berhasil diamankan ML (18) dan pasangan wanitanya MS (17), dan seorang perempuan satu lagi berinisial LS (17), anak broken home warga Langsa. Sedangkan pasangan lelakinya yang lolos dari sergapan petugas WH, identitasnya juga sudah dikantongi. 

Menurut Ibrahim Latif, pihaknya sedang memanggil pihak keluarga kedua belah pihak dan juga pihak petua gampong untuk mencari solusi penyelesaian kasus ini.

Terkait keberadaan bekas kantor Dinas Pendidikan Aceh Timur, pihaknya telah melaporkan kepada Wali Kota Langsa, karena kantor ini tidak terawat dan menjadi masalah dalam penegakan syariat, akibat kerap menjadi lokasi praktek mesum.(zb) 

Editor : bakri