Prohaba.co
Berdalih Menggerebek, Ehh....Rampas Gelang Emas
Jumat, 1 Maret 2019 10:34 WIB
* Akhirnya Dicokok Polisi

SIGLI - AMR (40) nelayan warga Gampong Sukon, Kecamatan Simpang Tiga, Senin (25/2) sekitar pukul 14.00 WIB, diciduk polisi. Pria itu menjadi tersangka pemerasan berbuntut perampasan. Modusnya, ‘menggerebek’ pengunjung pantai yang nonmuhrim, lalu melakukan pemerasan dan perampasan.

Korban dari lelaki berprofesi sebagai nelayan itu adalah gadis Puja Sri Maulidar warga Lamtamot, Kecamatan Lembah Seulawah, Aceh Besar (Abes). Dengan ancaman akan dibawa ke WH, AMR bersama rekannya sukses merampas gelang tiga mayam emas murni milik Puja.

Kejadian itu saat gadis asal Abes tersebut pergi bersama teman lelakinya ke pantai di Gampong Benteng, Kecamatan Kota Sigli, Minggu (24/2) sekitar pukul 14.00 WIB. 

Kapolres Pidie, AKBP Andy Nugraha Setiawan Siregar SIK, melalui Kasat Reskrim, AKP Mahliadi ST kepada Prohaba, Rabu (27/2) mengatakan, kejadian perampasan gelang emas murni berjumlah tiga mayam, berawal saat Puja Sri Maulidar ke pantai Sigli di kawasan Gampong Benteng. Gadis tersebut pergi bersama teman lelakinya dan duduk di susunan batu gajah penahan ombak dan abrasi pantai Sigli. Sekitar pukul 14.00 WIB, Puja pergi ke areal parkir untuk mengambil sepeda motor (sepmor).

Namun, saat menuju sepmor Puja dihadang dua pemuda dengan meminta uang Rp 3 juta pada gadis tersebut. Jika uang tidak diberikan, maka Puja bersama teman lelaki akan dilaporkan kepada WH Pidie. Puja mengaku kepada dua pemuda tersebut tidak memiliki uang sebesar itu. Pelaku meminta emas yang melilit tangannya.  “ Saat itu korban takut karena diancam dibunuh sehingga korban menyerahkan tiga mayam emas kepada pelaku,” ujarnya.

Kasat Mahliadi, menjelaskan, setelah kejadian tersebut, Puja melaporkan ke Polres Pidie. Polisi melakukan penyelidikan terhadap pelaku. Setelah bukti-bukti yang dirasakan telah cukup, polisi menangkap lelaki AMR di Gampong Sukon. “Hingga kini, AMR telah diamankan di Mapolres Pidie, untuk diproses secara hukum. Perbuatan pelaku dibidik dengan pasal 368 KUHP tentang pemerasan dan pengancaman,” pungkasnya.(naz) 

Editor : bakri