Prohaba.co
Warga Gerebek Pasangan Remaja Diduga Mesum
Rabu, 27 Februari 2019 10:53 WIB
LANGSA - Masyarakat Gampong Birem Puntong, Kecamatan Langsa Baro bersama polisi Wilayatul Hisbah (WH) setempat, Senin (25/2) malam, mengamankan pasangan yang diduga berbuat mesum, di sebuah rumah kos gampong setempat.

Bahkan menurut imformasinya, pelaku lelaki berinisial WY (21) pemuda putus sekolah warga di Kecamatan Birem Bayeun, Aceh Timur, sudah 4 hari berada di runah kos khusus wanita ini. Pasangan wanita masih berstatus siswi setingkat SMA, berinisial RA (17) warga Aceh Tamiang. 

Kepala Dinas Syariat Islam Kota Langsa Drs H Ibrahim Latif MM menjelaskan, warga selama ini merasa curiga di rumah kos itu sering keluar masuk laki laki. Setelah melakukan pengintaian, malam itu sekitar pukul 22.00 WIB masyarakat melakukan penggerebek rumah kos-kosan dimaksud.

Warga mendapati hanya pasangan remaja di sana diduga sedang memadu kasih. Sedangkan sejumlah penghuni kos lainnya yang juga perempuan berada di lantai dua rumah kos dimaksud. Warga yang marah besar bahkan nyaris menghakimi mereka. 

Melihat kondisi berbahaya itu, petugas WH dan perangkat gampong langsung mengambil sikap, dan saat itu juga membawa pasangan remaja itu dengan mobil patroli WH, untuk amankan ke Kantor Dinas Syariat Islam Kota Langsa. “Bahkan sebelum diamankan ke markas WH, siswa RA sempat tak sadar diri (pingsan), mungkin karena ketakutan telah dikerumuni massa. Setelah RA sadar, pasangan ini langsung dibawa dan diamankan ke Kantor Dinas Syariat Islam,” ujarnya.

Dikarenkan yang perempuan masih di bawah umur juga masih pelajar, pihaknya menunggu kedatangan keluarga laki-laki dan yang perempuan, serta perangkat gampong dari kedua belah pihak guna menyelesaikan persoalan itu. “Selain itu kita juga mengundang pihak gampong tempat kejadian perkara, maupun pemilik rumah kos di Gampong Birem Puntong tersebut,” sebutnya.

Hingga kemarin sore, kedua remaja yang diduga berbuat mesum itu masih diamankan di Kantor Dinas Syariat Islam, sampai para pihak hadir untuk menyelesaikan kasus tersebut. Dan kemungkinan besar kasus ini akan diselesaikan melalui mediasi adat, karena wanita masih pelajar.(zb)

Editor : bakri