Prohaba.co
Lima Emak Emak Gaek Digerebek Saat Main Joker
Minggu, 24 Februari 2019 11:15 WIB
LANGSA - Petugas Dinas Syariat Islam Kota Langsa dan polisi Syariah Wilayatul Hisbah (WH), dibantu aparat Polres Langsa, Jumat (22/2) sore menggerebek sebuah rumah di Jalan Lilawangsa, Gampong Paya Bujok Tunong, Kecamatan Langsa Baro.

Mengejutkan! Dari rumah itu personil WH menggelandang lima orang emak emak gaek yang juga inong balee (janda), karena dipergoki sedang main judi joker.

Kelima orang terduga pelaku judi yang berhasil diamankan adalah, AM (50) sebagai penyedia tempat sekaligus sebagai pemain, SY (54) dan RS (54) ketiganya warga Paya Bujok Tunong, serta DW (58) warga Perumnas Gampong Paya Bujok Seleumak, dan NR (57) warga di Kecamatan Langsa Kota.

Saat menggerebek, petugas mendapati kelima wanita tua itu sedang asyik bermain judi kartu joker, dan langsung menyita barang bukti (BB) berupa uang taruhan Rp 275.000, satu set kartu joker. Para pelaku pelanggaran syariat Islam itu langsung dibawa ke Mapolres Langsa untuk proses hukum lebih lanjut. “Kelima pelaku judi dan BB sore itu langsung digelandang menggunakan mobil patroli WH, ke Mapolres Langsa, untuk pengusutan lebih lanjut,” kata Kepala Dinas Syariat Islam Kota Langsa Drs H Ibrahim Latif MM, Sabtu  (23/2).

Ibrahim menambahkan, penggerebekan itu berawal dari laporan masyarakat bahwa di sebuah rumah kawasan jalan Lilawangsa, Gampong Paya Bujok Tunong, selama ini sering dijadikan lapak judi joker oleh emak-emak berstatus janda yang sudah lanjut usia. “Berdasarkan laporan itu kita langsung menindaklanjutinya, 1 regu pwtugas WH bersama petugas DSI juga didukung personil Satreskrim Polres Langsa langsung meluncur ke lokasi, dan menggerebek rumah tersebut,” ujarnya.

Namun saat digerebek, satu pelaku berhasil kabur dari pintu belakang rumah itu dan membawa lari sejumlah uang taruhan judi joker. Petugas mengamankan uang taruhan sebesar Rp 275.000 rupiah dan satu set kartu joker. “Saat ini kelima tersangka diamankan di Mapolres Langsa, jika memenuhi unsur dan cukup barang bukti, serta saksi, maka mereka dapat diancam hukuman cambuk sebanyak 12 kali cambuk sesuai dengan hukum Qanun Aceh yaitu Qanun Nomor 06 Tahun 2014,” sebutnya.

Tetapi timpal Ibrahim Latif, apabila kasus ini tidak memenuhi unsur atau tidak cukup barang bukti, maka mereka akan dilakukan proses pembinaan oleh pihak petua gampong atau petua adat gampong setempat.

Pihaknya sangat menyayangkan dan menyesalkan atas kejadian itu,  seharusnya emak-emak lanjut usia ini bisa mencontohkan yang baik dan makin taat beribadah. 

Dirinya meminta kepada pelaku agar bertaubat karena di usia lanjutnya dan sudah dekat dengan kematian, bukan malah berjudi (berbuat maksiat). “Kepada masyarakat apabila mengetahui adanya praktek maksiat apapun di daerahnya, agar segera melaporkan kepada petugas WH ataupun kepada pihak terkait lainnya,” tutup Kepala DSI Langsa.(zb) 

Editor : bakri