Prohaba.co
Autopsi Jenazah Rasyidin 4 Jam
Senin, 18 Februari 2019 11:11 WIB
Serambinews_bunuh.jpg
KASAT Reskrim Polresta Banda Aceh, AKP M Taufik (kanan) ketika memimpin pelaksanaan pembongkaran kuburan dan otopsi jenazah Rasyidin (62) warga Banda Aceh di Desa Pasi Jeumpa, Kecamatan Kaway XVI, Aceh Barat, Sabtu (16/2) siang.
MEULABOH - Pembongkaran kuburan dan autopsi jenazah Rasyidin (62) di Desa Pasi Jambu, Kecamatan Kaway XVI, Aceh Barat, Sabtu (16/2) berlangung selama empat jam. Hasil autopsi dibawa oleh tim ke Banda Aceh untuk disimpulkan penyebab kematian korban.

Informasi terbaru diperoleh Prohaba, Minggu kemarin, kuburan Rasyidin dibongkar dari pukul 14.00 hingga 18.00 WIB. Pembongkaran kuburan dilakukan karena ada temuan kejanggalan terkait penyebab kematian Rasyidin pada 25 Januari 2019.

Tim Polresta Banda Aceh ke Aceh Barat dipimpin Kasat Reskrim AKP M Taufik. Mengenai hasil autopsi belum disampaikan kepada media. Sementara dalam pelaksanaan pengamanan di lokasi kuburan oleh Polres Aceh Barat dipimpin Kabag Ops Kompol Masril didampingi Kasat Sabara dan Kapolsek Kaway XVI.

Kapolres Aceh Barat, AKBP Raden Bobby Aria Prakasa ditanyai Prohaba, Minggu kemarin mengatakan, terhadap hasil autopsi telah dibawa ke Banda Aceh serta akan disimpulkan oleh tim Polresta Banda Aceh yang mengusut kasus tersebut. “Kasus itu diusut Polresta karena TKP di wilayah hukum Polresta,” katanya.

Bobby mengatakan, pihaknya hanya memberikan pengamanan terhadap jalannya pelaksanaan autopsi dengan membongkar kembali kuburan korban. Demikian juga pihaknya masih terus memastikan dan mengawasi terhadap keluarga dari korban yang menetap di Aceh Barat.

Seperti diberitakan, tim gabungan dari Polresta Banda Aceh dan RSUZA, Sabtu (16/2) sekira pukul 14.00 WIB membongkar makam Rasyidin (62) di Gampong Pasi Jambu, Kecamatan Kaway XVI, Aceh Barat yang meninggal pada 25 Januari 2019. 

Rasyidin yang selama ini menetap di Gampong Lampaseh Kota, Kecamatan Kutaraja, Kota Banda Aceh meninggal dan jenazahnya dibawa pulang ke kampung asal di Pasi Jambu. Namun pihak keluarga di kampung menilai penyebab kematian Rasyidin ada kejanggalan.

Bahkan menjelang dibawa ke pemakaman, terlihat banyak darah segar keluar dari kepala jenazah bahkan sempat diisukan jenazah sempat bergerak seperti hidup kembali. Karena ada yang menduga Rasyidin belum meninggal, makanya sempat dibatalkan penguburan dan jenazahnya dilarikan ke RSUD Cut Nyak Dhien Meulaboh untuk pemeriksaan. Peristiwa yang menyedot perhatian warga terjadi di Desa Pasi Jambu, Kecamatan Kaway XVI, Aceh Barat, Jumat sore, 25 Januari 2019. 

Jenazah Rasyidin (62) yang sudah dikafani dan siap untuk dikuburkan tiba-tiba dibawa kembali ke RSUD Cut Nyak Dhien Meulaboh karena keluarga menemukan kejanggalan pada tubuh jenazah, yakni darah bercucuran di kepala. Selain itu, seorang anggota keluarga yang meraba bagian leher menyatakan Rasyidin masih hidup, karena ada denyut pada nadi lehernya. 

Rasyidin meninggal di Lampaseh Kota, Banda Aceh pada pada Jumat subuh, 25 Januari 2019 sekira pukul 05.00 WIB. Jenazah pensiunan guru itu dibawa pulang ke rumah keluarganya di Desa Pasi Jambu, Kecamatan Kaway XVI, Aceh Barat.(riz)

Editor : bakri