Prohaba.co
Polisi Bongkar Makam Warga Pasi Jambu
Minggu, 17 Februari 2019 12:20 WIB
Serambinews_bunuh.jpg
Tim gabungan dari Polresta Banda Aceh dan RSUZA, Sabtu (16/2) turun ke Gampong Pasi Jambu, Kecamatan Kaway XVI, Aceh Barat melakukan penggalian kuburan Rasyidin (62) untuk memastikan penyebab kematiannya.
* Setelah Hampir Sebulan Dikebumikan
* Untuk Pastikan Penyebab Kematian

MEULABOH - Tim gabungan dari Polresta Banda Aceh dan RSUZA, Sabtu (16/2) sekira pukul 14.00 WIB membongkar makam Rasyidin (62) di Gampong Pasi Jambu, Kecamatan Kaway XVI, Aceh Barat yang meninggal pada 25 Januari 2019.

Seperti pernah diberitakan, Rasyidin yang selama ini menetap di Gampong Lampaseh Kota, Kecamatan Kutaraja, Kota Banda Aceh meninggal dan jenazahnya dibawa pulang ke kampung asal di Pasi Jambu. Namun pihak keluarga di kampung menilai penyebab kematian Rasyidin ada kejanggalan. Bahkan menjelang dibawa ke pemakaman, terlihat banyak darah segar keluar dari kepala jenazah bahkan sempat diisukan jenazah sempat bergerak seperti hidup kembali. 

Karena ada yang menduga Rasyidin belum meninggal, makanya sempat dibatalkan penguburan dan jenazahnya dilarikan ke RSUD Cut Nyak Dhien Meulaboh untuk pemeriksaan. Berita tentang ada jenazah yang tiba-tiba hidup lagi sempat merebak di media sosial waktu itu.

Amatan Prohaba, pembongkaran kuburan Rasyidin tertutup untuk masyarakat. Lokasi kuburan telah dipasang tenda dan terpal sehingga tidak dapat disaksikan. Di lokasi tersebut juga dipasangi police line. Wartawan dan masyarakat yang berusaha memotret prosesi itu juga dilarang oleh polisi.

Tim dari Banda Aceh yang menggunakan beberapa mobil langsung menuju ke dalam tenda yang ditutup terpal. Sementara di bagian luar dijaga ketat oleh puluhan personel dari Polres Aceh Barat dan Polsek Kaway XVI. Turut terlihat di lokasi Kabag Ops Polres Kompol Masril, Kasat Sabara serta Kapolsek Kaway XVI.

Sejumlah wartawan di Aceh Barat yang ingin mengambil gambar dari jarak dekat tidak dibenarkan. “Wartawan tidak boleh meliput ke lokasi ketika penggalian. Semua harus di luar batas police line,” ujar seorang anggota polisi dari Polresta Banda Aceh.

Menurut informasi, tim Polresta dibantu masyarakat menggali dan memeriksa jenazah dilanjutkan dengan proses autopsi. Setelah itu jenazah dikebumikan kembali. Namun hingga sore kemarin belum diperoleh keterangan resmi dari tim Polresta Banda Aceh yang turun secara khusus ke Aceh Barat.

Kapolres Aceh Barat, AKBP Raden Bobby Aria Prakasa SIK melalui Kabag Ops Kompol Masril di sela-sela memimpin pengamanan lokasi pembongkaran kuburan Rasyidin mengatakan, tim melakukan pembongkaran kuburan Rasyidin untuk mengungkap penyebab kematiannya. “Kasus itu diusut tim Polresta Banda Aceh. Kami hanya memberikan pengamanan,” kata Kompol Masril.

Seperti pernah diberitakan, peristiwa yang menyedot perhatian warga terjadi di Desa Pasi Jambu, Kecamatan Kaway XVI, Aceh Barat, Jumat sore, 25 Januari 2019. 

Jenazah Rasyidin (62) yang sudah dikafani dan siap untuk dikuburkan tiba-tiba dibawa kembali ke RSUD Cut Nyak Dhien Meulaboh karena keluarga menemukan kejanggalan pada tubuh jenazah, yakni darah bercucuran di kepala. Selain itu, seorang anggota keluarga yang meraba bagian leher menyatakan Rasyidin masih hidup, karena ada denyut pada nadi lehernya. 

Rasyidin meninggal di Lampaseh Kota, Banda Aceh pada pada Jumat subuh, 25 Januari 2019 sekira pukul 05.00 WIB. Jenazah pensiunan guru itu dibawa pulang ke rumah keluarganya di Desa Pasi Jambu, Kecamatan Kaway XVI, Aceh Barat. 

Anggota keluarga dari Rasyidin, Zaini dan Mutia kepada wartawan mengatakan pembongkaran kembali kuburan untuk mengungkap penyebab meninggalnya Rasyidin apakah wajar atau tidak.(riz)

Editor : bakri