Prohaba.co
Kasus Pencabulan Bocah, Polisi Minta Keterangan 5 Saksi
Minggu, 17 Februari 2019 10:18 WIB
* Pelakunya bukan Oknum Polisi

LANGSA - Penyidik Polres Langsa menangkap seorang laki-laki bernama Neko Syahputra (35), wiraswastawan, warga Kota Langsa karena mencabuli bocah lima tahun, Selasa (12/2/2019).

Tersangka Neko Syahputra adalah pekerja wiraswasta yang sebelumnya dalam pemberitaan Harian Prohaba tertulis tersangkanya adalah oknum polisi.

“Akibat miskomunikasi dan kesalahan memahami laporan dari lapangan, sehingga tertulis pelakunya oknum polisi, padahal kasus itu tak ada hubungan sama sekali dengan polisi. Yang benar adalah polisi tangkap pencabul anak berumur lima tahun dan sekarang pelakunya sudah ditahan dan menjalani proses hukum. Atas kesalahan yang sangat mengganggu ini, Prohaba memohon maaf kepada pihak kepolisian baik personal maupun institusi,” begitu penjelasan Nasir Nurdin, editor Prohaba meluruskan informasi yang dilansir Harian Prohaba halaman 1, edisi Sabtu, 16 Februari 2019.

Kapolres Langsa AKBP Andy Hermawan SIK MSc melalui Kasat Reskrim Iptu Agung Wijaya Kusuma SIK, Sabtu (16/2) menyebutkan, terkait kasus tindak pidana pencabulan anak di bawah umur itu, tim penyidik Unit PPA Sat Reskrim Polres Langsa telah memintai keterangan lima saksi.

Saksi-saksi yang diambil keterangannya, jelas Kasat Reskrim, di antaranya ibu kandung korban, dua makcik dari korban, serta dua teman korban yang melihat langsung tersangka Neko melakukan perbuatan pencabulan terhadap korban.

Sebelumnya, Kapolres Langsa, AKBP Andy Hermawan SIK MSc melalui Kasat Reskrim Iptu Agung Wijaya Kusuma SIK, Jumat (15/2) mengatakan, tindak pidana perbuatan cabul terhadap anak di bawah umur tersebut terjadi Selasa, 12 Februari 2019 sekira pukul 10.00 WIB di Pos Kamling depan kantor keuchik dalam wilayah Kecamatan Langsa Timur.

Menurut polisi, saat itu korban sedang bermain dengan temannya melihat beko (alat berat). Kemudian tersangka Neko memanggil korban dan menyuruh korban bersama teman-temannya bermain di bawah pohon di pos kamling.

Selanjutnya tersangka Neko datang dan duduk di sebelah kiri korban sehingga terjadilah kasus pencabulan oleh pelaku. Akibat kejadian itu, korban melaporkan kepada orang tuanya. Selanjutnya, orang tua korban yang tak terima perlakuan itu melaporkan ke pihak kepolisian.

Menurut Kasat Reskrim Polres Langsa, pelaku sudah ditangkap dan diamankan di Mapolres Langsa untuk proses hukum lebih lanjut.

Atas perbuatan tersebut, pelaku diancam dengan Pasal 82 Undang-Undang Nomor 35 Tahun 2014 tentang Perlindungan Anak yang ancaman hukuman maksimalnya 15 tahun penjara.

Rencana yang akan dilakukan lebih lanjut oleh pihak kepolisian, meliputi gelar perkara guna menentukan langkah-langkah selanjutnya, pengembangan apakah ada korban lain, menyelesaikan berkas perkara, dan pelimpahan terhadap tersangka dan barang bukti ke Kejari Langsa.(zb)

Editor : bakri