Prohaba.co
Gadis Langkahan Cabuli Lima Bocah
Rabu, 30 Januari 2019 11:13 WIB

LHOKSUKON – Entah ini yang namanya donya ka akhe (dunia di akhir masa). Biasanya sosok lelaki yang digelandang ke polisi, sebagai ‘aktor’ dalam kasus pencabulan. Namun kali ini, seorang gadis di Kecamatan Langkahan Aceh Utara, Nur (32), Senin (29/1), dicokok personel Polres Aceh Utara, karena diduga mencabuli lima bocah (tiga wanita dua pria) di kesempatan berbeda.

Gadis Mur kini sudah diamankan di Mapolres Aceh Utara untuk proses penyelidikan, setelah kasus itu dilaporkan ke polisi pada Desember 2019.

Para bocah yang jadi korban penyimpangan seks gadir Mur adalah, MA (8) dan MK (8) bocah lelaki, dan tiga bocah perempuan adalah, NK (8), SS (8) dan AL (11). “Kasus ini terungkap setelah salah seorang ibu korban mencari anaknya karena sore. Ternyata korban ditemukan di rumah Nur. Lalu setelah ditanyakan oleh ibunya, bocah yang lugu itu menceritakan kejadian yang dialaminya bersama dengan Nur,” ujar Kapolres Aceh Utara AKBP Ian Rizkian Milyardin melalui Kasat Reskrim Iptu Rezki Kholiddiansyah, Selasa (29/1).

Setelah menerima laporan pada Desember 2018, polisi mulai menyelidiki kasus tersebut, dengan memeriksa saksi dan mengumpulkan barang bukti. Lalu ketika petugas turun ke lokasi, ternyata ada warga lain yang melaporkan kejadian serupa bersama tersangka. “Perbuatan tersangka dengan para korban sudah terjadi pada 2017, jadi tak tertutup kemungkinan ada korban lainnya,” ujar Nur.

Dari penelusuran yang dilakukan polisi, tersangka mengajak korban untuk melakukan perbuatan tidak senonoh, dengan iming-iming akan memberikan uang Rp 2 ribu. “Modusnya korban diajak nonton lagu-lagu di handphone tersangka, kemudian korban diajak ke dalam kamar. Kejadian itu terjadi dalam waktu berbeda,” ujar Kasat Reskrim.

Ditambahkan, selain itu tersangka juga mengancam korbannya supaya tidak menceritakan perbuatan tidak senonoh tersebut kepada orang lain. Sebab kalau diceritakan, tersangka mengancam akan memukulinya. “barang bukti yang sudah diamakan adalah pakain dari tersangka dan dari korban,” ujar Kasat Reskrim.

Perbuatan tersangka kata Kasat Reskrim melanggar Pasal 81 dan 82 Nomor 23 Tahun 2002 tentang perlindungan anak dengan ancaman paling berat 15 tahun penjara dan denda Rp 15 miliar.(jaf)


Editor : bakri