Prohaba.co
Cekgu Matematik Tewas Tenggelam
Selasa, 22 Januari 2019 11:21 WIB

* Saat Menjala Ikan Bersama Anak

LHOKSEUMAWE - Sidik Purnomo, seorang guru (cekgu) Matematika di SMK Negeri 1 Lhokseumawe, Minggi (20/1) petang, tenggelam saat menjala ikan di Krueng Cunda, Lhokseumawe, yang sedang pasang naik. Jasad korban ditemukan sembilan jam kemudian, Senin (21/1) sekira pukul 03.10 WIB, dalam kondisi tak bernyawa.

Tragisnya, detik detik korban tenggelam sempat disaksikan sang anak, Nurillah (16), yang ikut menjala ikan bersama sang ayah. Sempat mengira ayahnya hanya melambai, akhirnya sang anak menyadari ayahnya tenggelam, dan langsung memberitahukan para warga sekitar. Belakangan juga terungkap jika Sidik Purnomo merupakan Ketua Persatuan Guru Republik Indonesia (PGRI) Kecamatan Banda Sakti, Lhokseumawe.

Nurillah (16) anak korban, menceritakan, ayahnya seorang guru di SMK Negeri 1 Lhokseumawe, dengan status Pegawai Negeri Sipil (PNS). Pada sore yang nahas itu, remaja tersebut ikut menemani ayahnya yang sedang menjala ikan di aliran sungai Cunda. Saat korban menjala ikan, Nurillah berdiri di tepi sungai.

Sekitar pukul 18.00 WIB, air sungai mulai naik karena pasang purnama. Bapaknya pun masuk ke dalam air, namun dia berpikir hanya sedang berenang. Tiba-tiba dia melihat sebelah tangan ayahnya melambai di atas air. Tidak lama kemudian kembali masuk dalam air. “Sekitar dua menit kemudian, kembali saya melihat bapak melambai kedua tangannya di permukaan air. Saat itu belum tahu kalau bapak sedang tenggelam,” ujarnya sambil menangis.

Setelah memastikan bapaknya telah tenggelam, dia pun melaporkan ke warga sekitar dan ke Polsek Banda Sakti. Sehingga tim gabungan dari Polisi, SAR, TNI-AL, dan masyarakat sekitar, melakukan pencarian. Baru sekitar pukul 03.10 WIB, jenazah ditemukan saat terapung ke permukaan air. Posisinya tidak jauh dari lokasi tenggelam.

Selanjutnya jenazah dibawa ke Rumah Sakit Umum Cut Mutia, untuk visum. Tidak lama kemudian dibawa ke rumah duka di kawasan Cunda Lhokseumawe.

Sekretaris PGRI Lhokseumawe, Nuraini, menyebutkan, kalau korban tercatat sebagai Ketua PGRI Kecamatan Banda Sakti. Meskipun pengurus tingkat kecamatan, dia aktif membantu berbagai kegiatan yang digelar PGRI Kota Lhokseumawe. “Bapak Sidik sosok yang sopan dan baik dalam pergaulan sesama guru, meskipun sedikit pendiam. Pastinya kami PGRI Kota Lhokseumawe sangat merasa kehilangan atas meninggalnya Bapak Sidik,” demikian Nuraini.(bah)


Editor : bakri