Prohaba.co
PNS PU Curi Puluhan Teralis Dinkes
Sabtu, 19 Januari 2019 11:44 WIB
* Motif Terlilit Kredit

MEUREUDU - Rahmadi (36) warga Gampong Teupin Peukat, Kecamatan Meurah Dua, Pijay, Kamis (17/1) malam, dicokok Tim Opsnal Unit Reskrim Polsek Meureudu. Pria muda itu ditengarai mencuri 20 lembar teralis (besi pengaman) pada proyek pembamgunan Dinas Kesehatan dan Keluarga Berencana (Dinkes dan KB) Pijay. “Belakangan diketahui, pelaku tercatat sebagai  PNS Dinas Pekerjaan Umum (PU) Pemerintah Kota (Pemkot)  Lhokseumawe,” sebut Kapolres Pidie, AKBP Andy Nugraha Setiawan  Siregar SIK melalui Kapolsek Meureudu, AKP Aditia Kesuma SIK, Jumat (18/1).

Dalam aksi pencurian dengan pemberatan ini, barang yang dijaeah adalah 20 lembar besi teralis jendela dengan taksiran harga Rp 4,6 juta. Untuk selanjutnya oleh pelaku menjual kepada penampung barang barang bekas di Kecamatan Meurah Dua.

Aksi Rahmadi ini dilakukan persis pada Senin (14/1) lalu namun dalam perjalanan diketahui beberapa warga dan termasuk rekaman CCTV saat pelaku membawa barang curian.

Berbekal dengan  rekaman video CCTV di tempat penampungan barang bekas, tampak dengan jelas wajah Rahmadi sedang menjual barang yang ciri-cirinya menyerupai barang yang dicuri dari Dinkes dan KB Pijay. TKP. 

Tanpa menunggu waktu, Kamis (17/1) malam sekira pukul 20.00 WIB pelaku dibekuk di kediamannya di Gampong Teupin Peukat, Meurah Dua. Selanjutnya pria ini digelandang ke Mapolsek untuk dimintainketerangan.

Hasil penelusuran polisi, sebagian barang bukti (BB) masih disimpan di rumah. Semua teralis itu di dicuri pada malam hari dan diangkut dengan becak motor.

Motif Rahmadi melakukan pencurian ini dikarenakan selama ini ia terlilit dengan kredit, sehingga saban bulan ia hanya memperoleh gajian Rp 400.000. 

Tak hanya itu saja, Rahmadi selama ini turut menjadi pengguna narkotika aktif jenis sabu-sabu dan sekaligus terlibat dalam jaringan pengedar barang haram. “Selama ini dia juga telah meresahkan banyak masyarakat dan malah tim penyidik terus mendalami aktivitas yang bersangkutan,” demikian Aditia.(c43)

Editor : bakri