Prohaba.co
Ridwansyah Dieksekusi Oleh Istri, Anak dan Menantu
Jumat, 18 Januari 2019 11:18 WIB
TAKENGON - Kasus kematian Ridwansyah (55), warga Kampung Kuala I, Kecamatan Bintang, Kabupaten Aceh Tengah, akhirnya terungkap. Pria yang jasadnya ditemukan telah menjadi kerangka itu, ternyata dieksekusi oleh istri, anak dan menantunya sendiri. Semua itu karena keluarga menganggap korban sering melakukan kekerasan dalam rumah tangga (KDRT) terhadao istrinya.

Hal itu terungkap dalam rangkaian adegan reka ulang atau rekonstruksi kasus kematian Ridwansyah, yang dilaksanakan di halaman Mapolres Aceh Tengah, Kamis (17/1) siang, mulai pukul 14.30 WIB. Sediktinya 44 adegan diperlihatkan dalam rekonstruksi yang dilakukan oleh Satreskrim Polres Aceh Tengah itu.

Para tersangka adalah wanita AM (44) istri korban, dua anak korban YH (25) dan HBB (16) serta seorang menantu korban berinisial SLM (25). Rekonstruksi dimulai dari rencana pembunuhan hingga membuang jasad korban ke kawasan jurang Bur Lintang, Kecamatan Linge, Aceh Tengah. 

Satu persatu adegan ditampilkan oleh para tersangka, serta sejumlah saksi. Seorang saksi berinisial M, perannya digantikan oleh seorang Polwan lantaran tidak bisa mengikuti proses rekotruksi karena baru selesai melahirkan. Proses rekontruksi itu, disaksikan oleh pihak JU dari Kejaksaan Negeri (Kejari)  Takengon, serta kuasa hukum para tersangka.

Proses rekontruksi yang menampilkan 44 adegan, memakan waktu hampir 2,5 jam. Bahkan selama proses berlangsung, ratusan warga memadati halaman Mapolres Aceh Tengah, untuk menyaksikan rekontruksi berlangsung. Namun, untuk menjaga proses rekontruksi bisa tetap berjalan  lancar, ditempatkan sejumlah petugas kepolisian beratribut lengkap. 

Kapolres Aceh Tengah, AKBP Hairajadi melalui Kasat Reskrim, Iptu Agus Riwayanto Diputra S Ik, mengatakan, proses rekontruksi dilaksanakan di halaman Mapolres, karena sejumlah pertimbangan. Apalagi, Tempat Kejadian Perkara (TKP), jaraknya berjauhan dari titik satu ke titik lain. “Selain jauh, juga kami mempertimbangkan situasi di lapangan. Jadi, akan banyak membutuhkan proses waktu,” kata Agus. 

Menurut Agus, untuk lokasi pelaksanaan rekontruksi, bukan menjadi kendala utama karena sudah terlebih dulu dikoordinasikan ke pihak terkait, terutama kepada JPU Kejari Takengon. “Paling utama, dalam rekontruksi ini adalah setiap adegan bisa dijelaskan oleh para tersangka. Dalam rekontruksi ini, semua sudah sesuai dengan berita acara pemeriksaan (BAP),” jelasnya.

Kasus ini, berhasil diungkap pada 8 Januari 2019 lalu, dan hanya berselang sepekan lebih pihak kepolisian langsung menggelar rekontruksi. “Dari empat tersangka, ada satu yang masih di bawah umur. Makanya, kasus ini, kami upayakan bisa cepat dilimpahkan ke kejaksaan,” pungkasnya. 

Sepertil dilansir sebelumnya, Ridwansyah (55) warga Kampung Kuala I, Kecamatan Bintang, Kabupaten Aceh Tengah, dihabisi oleh istri serta dua orang anak kandung serta seorang menantunya, pada 21 September 2018 lalu.

Jasad korban lantas dibuang di kawasan jurang Bur Lintang, Kecamatan Linge Kabupaten setempat. 

Motif dari aksi pembunuhan tersebut, dilatar belakangi oleh dendam istri serta dua anak kandung Ridwansyah. Pasalnya, korban merupakan sosok yang ringan tangan, sehingga kerap melakukan kekerasan terhadap para tersangka. Lalu keluarga itu berembuk untuk menghabisi sang ayah.(my)

Editor : bakri