Prohaba.co
206 Gampong Terpapar Narkoba di Pidie dan Pijay
Jumat, 18 Januari 2019 11:21 WIB
SIGLI - Kapolres Pidie, AKBP Andy Nugraha Setiawan Siregar SIK mengatakan, saat ini tercatat 206 gampong di Pidie dan Pidie Jaya positif telah terpengaruh dengan narkoba. Indikasi di 206 gampong itu, polisi pernah menangkap pelaku narkoba dan marak terjadi transaksi barang haram tersebut. 

Hal itu disampaikan Kapolres Pidie, AKBP Andy Nugraha Setiawan Siregar, pada acara Ngopi Ngobrol Kamtibmas bersama keuchik dan caleg bertajuk “ Bersama Kita Wujudkan Pileg dan Pilpres 2019 Aman Damai dan Sejuk 2019,” di warkop di Terminal Terpadu Sigli, Rabu (16/1).

“ Kita prihatin 206 dari 976 gampong di Pidie dan Pidie Jaya telah terpengaruh narkoba. Setiap gampong tinggi penangkapan pelaku narkoba,” kata Kapolres Pidie, AKBP Andy Nugraha Setiawan Siregar, kemarin.

Ia menjelaskan, untuk memberantas angka narkoba di Pidie dan Pidie Jaya, sedianya harus adanya peran aktif dari semua elemen masyarakat. Terutama orang tua anak harus lebih pro aktif mengontrol anaknya. Sebab, narkoba menyusup ke gampong dengan sasaran remaja. Untuk itu, kecamatan dengan pihak polsek harus seringkali melakukan sosialisasi terhadap kaum muda untuk mencegah narkoba.  

“ Kita harapkan kegiatan sosialisasi narkoba atau kegiatan positif lainnya, untuk membangun kedekatan polisi dengan masyarakat harus sering dilakukan polsek seperti yang dilakukan Polsek Pidie hari ini,” ujarnya. Kasat Narkoba Polres Pidie, Iptu Yusra Aprilla, dalam sambutannya antara lain, mengatakan, Pidie merupakan jalur strategis bagi pengedar narkoba. Baik dilancarkan melalui jalur darat maupun jalur laut. Untuk itu, kata Yusra, masyarakat harus mendukung aktivitas polisi dalam memburu pengedar narkoba, yang menyasar warga berumur 20 tahun ke atas. 

Ia  menyebutkan, pengungkapan kasus narkoba di Pidie meningkat. Buktinya, dari tahun 2017 polisi berhasil mengungkap 120 kasus. Sementara pada tahun 2018 berhasil diungkap 146 kasus. “ Masyarakat jangan takut memberitahukan kepada polisi terhadap aktivitas pelaku narkoba, kita tetap menyembunyikan identitas warga tersebut. Secara profesi petani dan wirawasta lebih dominan menjadi pengedar narkoba,” pungkasnya. 

Camat Pidie, Miswar SSos MM, kepada Prohaba, Rabu (16/1) mengatakan, Kecamatan Pidie telah menganggarkan dana untuk sosialisasi narkoba di dalam APBG. Alokasi dana untuk kegiatan  itu sangat urgen, agar gampong bisa melaksanakan penyuluhan narkoba bagi kaum muda. 

“ Saya rasa untuk memutuskan mata rantai narkoba di gampong sosialisasi untuk menyadarkan anak muda di gampong. Sebab, jika mereka tidak diperhatikan, maka mereka bisa tidak memiliki pedoman hidup akibat tergiring kepada kegiatan negatif,” ujarnya. 

Secara terpisah, Ketua BNNK Pidie, AKBP Werdha mengatakan, jumlah gampong yang bersih dari narkoba  berjumlah 51 gampong dari total 730 gampong di Pidie. Sesuai fakta di beberapa  kecamatan  belum  menjamin,  bahwa  adanya gampong yang bersih dari pengaruh narkoba. Sebab, kata Wherda, maraknya pengguna narkoba karena bandar pengedar narkoba bersomisili di gampong di kecamatan tersebut.

“ Masyarakat masih takut untuk melaporkan keberadaan pengguna narkoba, pengedar dan bandar narkoba. Perlu diketahui,  bahwa pengguna narkoba itu adalah ‘korban’ dari penyalahgunaan narkoba,” jelasnya. Dikatakan, saat ini masihbanyak warga yang belum mengetahui dampak pengaruh narkoba. Juga tentang jenis-jenis narkoba dan alat-alat digunakan  dalam  mengkomsumsi narkoba. Tak hanya itu, kata Werdha, pola didik anak yang belum sesuai dan kurangnya komitmen keuchik yang terkesan membiarkannya. 

Gampong  yang  bersih dari narkoba antara  lain,  Kecamatan Kota Sigli tercatat empat gampong. Lalu, Kecamatan Pidie  tiga gampong, Peukan Baro lima gampong, Glumpang Tiga juga tiga gampong, Mutiara Timur dua gampong, Simpang Tiga dua gampong, Grong-grong dua gampong, Padang Tiji satu gampong, Sakti satu gampong, Kembang Tanjong 25 gampong, Tangse dua gampong dan Tiro satu gampong. 

Untuk  mengatasi  bahaya  narkoba,  lanjutnya, BNNK Pidie melakukan sosialisasi kamtibmas dan bahaya narkoba secara terus menerus untuk memberikan edukasi kepada masyarakat. (naz)

Editor : bakri