Prohaba.co
Lansia Badau Terancam 15 Tahun Penjara
Kamis, 17 Januari 2019 11:32 WIB
* Cabuli Anak Tiri  

LHOKSUKON - Pria S yang terhitung menjelang lansia, menikahi seorang wanita janda yang telah punya anak. Ternyata lelaki itu punya niat lebih busuk, mencabuli anak sang istri--sebut saja--Bunga (11). Tanpa susah payah, lelaki badau itu mampu melampiaskan hasrat biadabnya, dan Bunga akhirnya menceritakan kisah pilu yang ia alami.

Tak butuh waktu lama, sang ibu melaporkan tindah busuk suaminya S, dan pria itupun dijebloskan ke dalam jeruji besi polisi. Polisi membisik pria badau itu dengan ancaman hukuman 15 tahun penjara, atas tingkahnya merusak masa depan Bunga yang masih bocah. 

Pria S warga Kecamatan Meurah Mulia, Aceh Utara, diamankan, aparat Reskrim Polres Aceh Utara, Selasa (15/1) sore. Lelaki itu dilaporkan sudah mencabuli anak tirinya, Bunga (11). Tersangka penjahat seks itu dibidik dengan Pasal 81 Ayat 2 Juncto Pasal 82 Ayat 1 Undang-undang Nomor 35 Tahun 2014 tentang Perlindungan Anak, sehingga ia terancam dengan hukuman 15 tahun penjara. “Kejadian itu berawal ketika hari itu, 3 Januari 2019, korban sedang tidur di depan tivi bersama kedua temannya. Tiba-tiba tersangka keluar dari dalam kamar dan mengajak korban masuk ke dalam kamar,” kata Kapolres Aceh Utara AKBP Ian Rizkian Milyardin melalui Kasat Reskrim Iptu Refky Kholiddiansyah, Rabu (16/1).

Namun, saat itu korban menolak ajakan ayah tirinya. Kemudian tersangka menyuruh kedua teman anak tirinya itu untuk keluar dari dalam rumah, setelah itu tersangka langsung menarik korban ke dalam kamar dan terjadilah tindakan kejahatan seks itu.

Esoknya korban menceritakan kejadian tragis itu kepada kakak dan ibunya. Setelah mendengar kejadian itu, ibu korban langsung melaporkan hal tersebut ke pihak kepolisian. “Setelah menerima laporan kejadian tersebut, polisi langsung menindaklanjuti laporan tersebut,” kata Kasat Reskrim.

Tersangka langsung diringkus di rumahnya dan sekarang sudah diamankan di Mapolres Aceh Utara untuk proses penyidikan. “Terangka kita jerat dengan Pasal 81 ayat 2 Juncto Pasal 82 ayat 1 Undang-undang Nomor 35 Tahun 2014 tentang perlindungan anak,” katanya.(jaf)

Editor : bakri