Prohaba.co
Warga Tangse Terluka Diserang Po Muerah
Selasa, 8 Januari 2019 11:18 WIB
SIGLI- Tgk Thamrin (48) warga Dusun Geunie Gampong Lhok Keutapang Kecamatan Tangse, Pidie, Senin (7/1), diserang kawanan Po Meurah liar saat bercocok tanam di kebunnya yang berada di  gampong tersebut. Akibat serangan tersebut, korban  mengalami luka serius di bagian mulut dan perut. Saat ini Thamrin dirawat di Rumah Sakit Umum Daerah (RSUD) Tgk Chik Di Tiro Sigli. Sementara rekannya bernama Nurdin (45) warga desa yang sama, berhasil lolos dari amukan gerombolan gajah liar tersebut dengan meloncat ke Sungai Geunie. 

Zainal Abidin (43) warga Gampong Lhok Keutapang yang ditemui Serambi, Senin (7/1) di RSUD Tgk Chik Di Tiro Sigli mengatakan, warga mengetahui Tgk Thamrin diserang gajah liar dari Nurdin yang berhasil meloloskan diri dari serangan gajah tersebut.

Zainal menjelaskan, peristiwa amukan gajah terjadi saat Tgk Thamrin bersama Nurdin bercocok tanam di kebun pinang di dekat air terjun Geunie. Kebun tersebut terpaut dua kilometer dengan perkampungan warga. 

Saat keduanya sedang bercocok tanam  di kebun, tiba-tiba gerombolan gajah sekitar 40 ekor melintasi di kebun itu. Kedua petani itu kaget saat mengetahui kehadiran satwa langka itu. Sebab, jarak mereka dengan kawanan gajah liar sekitar 50 meter. Saat itu, posisi kawanan gajah yang mencari makan berdiri di atas bukit.

Menurut Zainal, kawanan gajah tiba-tiba berjalan menuju kearah Tgk Thamrin dan Nurdin yang sedang bercocok tanam di kebun. Menyadari gajah datang, keduanya lari menyelamatkan diri dari kejaran gajah liar. Tapi, naas bagi Tgk Thamrin yang terjatuh saat lari akibat tersandung kayu. Kawanan gajah yang mengejar di belakang menginjak Tgk Thamrin. Sehingga banyak luka yang ditemukan di tubuh Tgk Thamrin. 

“Luka Tgk Thamrin paling parah di bagian mulut dan perut. Korban sadar saat kami bawa ke rumah sakit. Kini, warga Dusun Geunie bersama Syamsiah isteri Tgk Thamrin masih mendampingi korban yang masih dirawat,” ujarnya.

Ia menambahkan, sebenarnya kehadiran gajah liar yang mengganggu rumah dan kebun warga di Dusun Geunie telah terjadi sejak tahun 2014 lalu hingga sekarang. Bahkan, satwa berbadan besar itu sering berkeliaran di pemukiman di Dusun Geunie, terutama di rumah Saiful. Tapi, anehnya pemerintah belum mengambil sikap untuk menghalau satwa liar tersebut ke habitatnya. 

Anggota DPRK Pidie, Drs Isa Alima, kepada Serambi, kemarin, mengatakan, panggar DPRK bersama TAPK telah sepakat menganggarkan dana Rp 200 juta tahun 2019, untuk penanganan konflik satwa liar dengan manusia. Dana tersebut dianggarkan pada Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Pidie. Sehingga masyarakat bisa melaporkan kepada BPBD Pidie, untuk penanganan gajah liar.

“Masyarakat bisa  meminta bantuan ke BPBD Pidie agar bisa didatangkan  gajah jinak melalui BKSDA Aceh, untuk menggiring gajah liar tersebut ke habitatnya,” kata Isa.  

Kepala Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Pidie, Dewan Ansari, kepada Serambi, Senin (7/1) mengungkapkan, pihak BPBD Pidie akan melakukan pemantauan di Gampong Lhok Keutapang, terkait kasus amukan gajah terhadap warga. Setelah dilakukan pemantauan, BPBD Pidie akan mendatangkan pawang gajah jinak untuk mengusir kawanan gajah liar.

“Dana Rp 200 juta itu digunakan untuk biaya pawang gajah selama melakukan penggiringan gajah. Juga untuk membeli marcon untuk mengusir gajah. Sementara untuk warga yang dirawat akibat diseruduk gajah, kita akan membesuk di rumah sakit,” jelasnya. (naz)

Editor : bakri