Prohaba.co
Pendemo Desak DPRK Batalkan Sidang Paripurna Komisioner KIP Agara
Selasa, 18 Desember 2018 12:20 WIB
KUTACANE- Puluhan warga dari berbagai elemen mendemo DPRK Aceh Tenggara dan mereka mendesak dibatalkannya sidang paripurna penetapan Komisioner KIP Agara versi Pansel Komisioner KIP Agara yang baru dibentuk, Senin (17/12) kemarin.

Pada demo tersebut, mereka  mengusung berbagai poster yang meminta DPRK Agara membatalkan sidang paripurna Komisioner KIP Agara dan poster lainnya. “Seleksi Komisioner KIP Agara telah selesai dan telah diumumkan14 nama yang lulus. Tapi, tiba-tiba dibatalkan dalam paripurna beberapa waktu lalu dan dibentuk Pansel Komisioner KIP Agara yang baru. Ini ada apa?

“Atas berbagai kejadian itu, kita meminta agar  dana seleksi Komisioner KIP Agara diaudit,” kata Jepri dalam orasinya di Gedung DPRK Agara, Senin (17/12). 

Pihaknya juga meminta  kepada Ketua Komisi A DPRK Agara dan Pansel  untuk mempertangungjawabkan  terhadap penjaringan Komisioner KIP Agara dan meminta untuk menetapkan hasil dari pendelegasian dari Komisi A DPRK Agara yang telah diumumkan Agustus 2018 lalu dan  fit and propertes yang dilakukan 13 Desember 2018, ujarnya.

Dalam demo tersebut, demontran dan aparat kepolisian terjadi saling dorong sehingga pagar Kantor DPRK Agara tumbang.

Seperti diberitakan sebelumnya,Perekrutan Komisioner Komisi Independen Pemilihan (KIP) Aceh Tenggara, saling tarik menarik dan dua versi. Untuk versi Ketua Komisi A DPRK Agara, Supian Sekedang dari Partai Demokrat, perekrutan komisioner KIP Agara dianggap telah selesai dan sah menurut hukum.

Karena itu,  Supian Sekedang, akan mengugat ke Pengadilan Tinggi Urusan Negara (PTUN) Provinsi Aceh terkait ditolaknya hasil seleksi perekrutan KIP Aceh Tenggara yang telah ditetapkan pada 28 Agustus 2018 lalu dan diparipurnakan Selasa (4/12). “Kita telah tetapkan nama-nama calon Komisioner KIP Agara periode 2018-2023 yakni, Hidayat, Muhammad Din, MHD Safri Desky MH, Fitri Susanti SH dan Usman SPdi. Sedangkan calon pengganti anggota KIP Agara periode 2018-2023 yakni Sudirman SE, Raufi, Mohd Rais SAg, Prasetia Andika Syahputra, Supriadi. Sedangkan calon anggota KIP yang tidak lulus uji kelayakan dan kepatutan, Junaidi, Ummi Zakiah, Kaban Suri, Hasrunsyah Putra SE,” katanya. 

Penetapan tersebut  ditanda tangani Supian Sekedang (Ketua Komisi A DPRK Agara), Ir Budimansyah (Wakil Ketua), M Daud dan , Drs H M Yamin Saifi (anggota). Sedangkan yang tidak menandatangani Arnold SH (anggota) dan Gabe Martua Tambunan (sekretaris). 

Sementara itu, versi Bustami Aceh dari Partai PDI Perjuangan, menyatakan perekrutan Komisioner KIP Agara dianggap tidak sah dan mereka akan melakukan uji kepatutan dan kelayakan calon Komisioner KIP Agara.(as)

Editor : bakri