Prohaba.co
Nek Ramli Hilang Misterius di Lhok Ya
Senin, 17 Desember 2018 11:00 WIB
* Datang ke Lokasi Untuk Berobat

BLANGPIDIE - Seorang laki-laki lanjut usia, Ramli Makam (70) atau sering disapa Nek Ramli, warga Desa Alue Padee, Kecamatan Babahrot, Kabupaten Aceh Barat Daya (Abdya), dilaporkan hilang secara misterius di pemukiman baru Lhok Ya, Desa Ie Mirah, Kecamatan Babahrot, sejak empat hari lalu.

Pencarian lelaki lansia itu dilaksanakan sejak Sabtu, berlanjut sepanjang Minggu (16/12), kemarin. Sejauh ini, nasib korban yang disebut-sebut mulai pikun itu belumn diketahui. Lhok Ya merupakan  pemukiman baru dalam kawasan hutan pegunungan, yang terpencil atau berjarak sekitar 9 km dari Simpang Desa Ie Mirah atau lintasan Ie Mirah, Babahrot, Abdya menuju Terangun, Kabupaten Gayo Lues (Galus). 

Sejauh ini untuk menjangkau kawasan di pelukan gunung itu, hanya bisa dilakukan dengan jalan kaki dan kendaraan roda dua jenis trail. Karena medan jalan setapak yang terjal dan sangat licin kala musim penghujan.

Kepala Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Abdya, Amiruddin dihubungi Prohaba, Minggu (16/12) menjelaskan, Ramli Makam datang ke lokasi terpencil didampingi istrinya untuk berobat. “Keterangan kita peroleh dari keluarga, korban dalam kondisi mulai pikun seperti terganggu kejiwaan. Ia datang ke lokasi terpencil itu untuk berobat” kata Amiruddin.

Informasi yang diperolehnya, ketika memasuki waktu shalat magrib, Rabu (12/12) malam lalu, Ramli Makam dan istrinya mengambil wudhuk. Setelah berwudhuk, istri korban masuk ke dalam  meunasah sederhana di lokasi pemukiman terpencil itu untuk melaksanakan shalat.

Usai shalat magrib, sang istri menyadari kalau suaminya Ramli Makam tidak masuk ke dalam meunasah, kemudian pergi entah kemana tanpa seorang pun melihat. Pemukiman yang dihuni sekitar 30 KK itu spontan geger. Warga segera melakukan pencarian dengan menyisir sekitar lokasi, namun  tidak berhasil menemukan korban.

Setelah upaya pencarian oleh pihak keluarga dan warga setempat tidak membuahkan hasil, peristiwa hilang Ramli Makam dilaporkan ke Polsek Babahrot, kemudian diteruskan kepada BPBD Abdya. Pencarian korban dilaksanakan secara instensif sejak Sabtu (15/12), namun laki-laki lansia itu tidak ditemukan sehingga upaya pencarian dilanjutkan Minggu (16/12), kemarin. 

Kepala BPBD Abdya, Amiruddin menjelaskan, upaya pencairian Ramli Makam dilakukan tim gabungan beranggotakan tidak kurang 100 orang, terdiri petugas Satgas Abdya, petugas BPBD, Tagana, Satpol PP, personel Polsek dan Koramil Babahrot, masyarakat serta pihak keluarga, termasuk dibantu petugas SAR Meulaboh Aceh Barat.  

Wakil Bupati Abdya, Muslizar MT ikut turun ke lokasi terpencil melakukan koordinasi upaya pencairan sepajang hari Sabtu, malahan menurut Amiruddin, Wabup Muslizar MT sempat menginap di pemukiman terpencil itu, Sabtu malam. Pencarian korban yang hilang sejak empat hari lalu berlanjut sepanjang Minggu kemarin. Karena lokasi pencarian terpencil, BPBD Abdya membawa konsumsi berupa 100 nasi bungkus.

Pencarian korban dilakukan dengan menyisir sekitar lokasi pemukiman Lhok Ya yang sebagian besar merupakan kawasan hutan. Namun, sampai berita ini diturunkan, Minggu sore, belum diketahui bagaimana hasilnya. Upaya pencarian juga mengalami kendala karena selain medan lokasi berat dan curah hujan masih tinggi.

Keuchik Gampong Ie Mirah, Herman dihubungi secara terpisah, kemarin, menjelaskan, Lhok Ya merupakan pemukiman baru yang dihuni sekitar 30 KK. Mereka berasal dari sejumlah desa/gampong di Abdya, juga ada berasal dari beberapa kabupaten di luar Abdya.

Lhok Ya berada di lokasi terpencil, yaitu berjarak sekitar 9 km dari simpang Ie Mirah, Babahrot, Abdya  menuju Terangun, Kabupaten Galus. Separuh lintasan menuju tidak bisa dilintasi kendaraan roda empat karena akses menuju lokasi merupakan jalan setapak (jalan tikus) dengan tanjakan tinggi yang bisa dilintasi  sepeda motor (sepmor), terutama jenis trail.

Lokasi Lhok Ya diapit pengunungan sebelumnya merupakan tempat penumpukan kayu bulat dalam jumlah besar hasil penebangan perusahaan HPH PT Dina Maju/PT Asdal era tahun 80-sampai 90-an. Sejak beberapa tahun belakangan, sejumlah warga membuka lokasi tersebut menjadi lokasi pemukiman warga. Mereka selain membuka kebun, membangun tempat tinggal, termasuk membangun tempat ibadah. Pemukiman Lhok Ya ini telah diusul sebagai dusun baru dalam pemerintahan Gampong Ie Mirah.(nun)    

Editor : bakri