Prohaba.co
Dicambuk 100 Kali, Dua Penjahat Kelamin Lanjut Penjara
Jumat, 14 Desember 2018 11:40 WIB
* Perkara Zina Terhadap Anak

LHOKSEUMAWE - Kejaksaan Negeri Lhokseumawe, Rabu (12/12) siang melakukan eksekusi cambuk terhadap dua terpidana dalam perkara zina terhadap anak di Stadion Tinas Bangsa. Keduanya menjalani uqubat cambuk masing-masing 100 kali, namun kedua terpidana itu tetap harus menjalani hukuman penjara masing masing puluhan bulan lagi.

Kedua terpidana yang merupakan warga Lhokseumawe tersebut adalah Dahri dan Usman. 

Informasi dihimpun Prohaba, sesuai putusan Mahkamah Syar’iyah Lhokseimawe, Zahri, divonis hukuman cambuk sebanyak 100 kali ditambah kurungan penjara 42 dua bulan. Sedangkan dia mulai ditahan tertanggal 12 Agustus 2019. Jadi, Dahri masih harus menjalani masa hukum sebanyak 38 bulan atau 3 tahun lebih lagi.

Sementara, Usman, divonis hukuman cambuk 100 kali ditambah kurungan penjara selama 60 bulan atau lima tahun lagi. Sedangkan dia mulai ditahan tertanggal 31 Juli 2018, sehingga masih harus menjalani hukuman penjara sekitar 45 bulan lagi.

Eksekusi cambuk berlangsung sekitar pukul 15.00 WIB. Awalnya jaksa menghadirkan Dahri. Namun baru lima kali eksekusi berlangsung, Dahri mengeluh sakit kaki, sehingga eksekusi terhadap dia ditunda, dilanjutkan terhadap Usman.

Usman menjalani hukuman 100 kali cambuk dengan lancar. Namun saat sampai di ambulan, punggung dan juga bagian belakang tangan kanan Usman dipenuh luka dan lembam, sehingga harus mendapatkan perawatan medis.

Untuk Dahri, awalnya menolak untuk melanjutkan eksekusi cambuk. Namun jaksa tetap berpegang hasil rekomendasi dokter, kalau Dahri masih bisa menjalani eksekusi cambuk.

Sehingga saat cambukan lanjutan untuk Dahri berlangsung, eksekutor harus berhenti mencambuk sebentar-sebentar. Karena Dahri terus mengangkat tangan,  minta berhenti sambil meringis kesakitan. Namun begitu kondisinya, eksekusi cambuk tetap berlangsung hingga 100 kali.

Kajari Lhokseumawe M Ali Akbar, melalui Kasi Pidum Isnawati, menyebutkan, untuk kedua terpidana, usai menjalani cambuk akan langsung dibawa kembali ke Lembaga Permasyarakatan (LP) Klas II Lhokseumawe, untuk melanjutkan hukuman penjara.(bah)

Editor : bakri