Prohaba.co
9 Pasangan Non-Muhrim Ditangkap di Wisma
Kamis, 13 Desember 2018 11:25 WIB
BANDA ACEH - Sembilan pasangan nonmuhrim atau 18 muda mudi ditangkap di sebuah wisma di kawasan Neusu, Banda Aceh, Rabu (12/12) sekira pukul 00.30 dini hari. Tim gabungan dari Satuan Polisi Pamong Praja dan Wilayatul Hisbah (Satpol PP dan WH) Provinsi Aceh bersama TNI, Polri, Intel, Propam, hingga PM menangkap sembilan pasangan tak halal itu dari sejumlah kamar di wisma tersebut.

Informasi itu diungkapkan Kasi Operasi dan Pengawasan Syariat Islam Satpol PP dan WH Aceh, Marzuki SAg MA, kemarin. Dalam operasi gabungan tersebut, awalnya petugas hanya mengecek dua kamar dan menemukan dua pasangan nonmuhrim. “Kami rencana mau balik dan memboyong dua pasangan ini ke kantor. Tapi ada petugas yang mengetuk pintu satu kamar lagi, pas dibuka ternyata juga ada pasangan nonmuhrim,” katanya. 

Mendapati tiga pasangan nonmuhrim di wisma tersebut, tim gabungan mulai curiga dan dengan sigap menyisir hampir semua kamar. Hasilnya mengejutkan, total sembilan pasangan ditemukan dengan dugaan hendak melakukan mesum di masing-masing kamar. “Kami bawa sembilan pasang yang diduga mesum ini ke kantor. Bahkan dari salah satu kamar, ada pasangan yang sudah tidak berpakaian,” ungkap Marzuki. 

Adapun kesembilan pasangan non muhrim itu masing-masing berinisial ER dan DF, ED dan NR, RK dan RZ, RR dan NR, MR dan YT, ZF dan EL, TM dan YY, NZ dan NP, dan RI dan NE. Dari setiap kamar yang digeledah, petugas turut mengamankan barang bukti berupa celana dalam, BH, tas, hp, dan sejumlah uang. 

“Usia mereka berkisar dari 24 sampai 40 tahun dari berbagai profesi, mulai dari mahasiswa, pekerja swasta, dan wartawan juga ada,” jelas Marzuki, dan menyebut pelaku bisa dikenakan  Pasal 23 Ayat 1 tentang khalwat dan Pasal 25 Ayat 1 tentang Ikhtilath Qanun Nomor 6 Tahun 2014.

Marzuki menambahkan dari pemeriksaan sementara diketahui beberapa pasangan tidak saling mengenal. Selain itu, penyidik juga menduga adanya transaksi antarpasangan itu. “Kami masih terus menyelidiki kasus ini. Dari pemeriksaan hari ini, kami menemukan uang yang diduga untuk membayar PSK. Tapi sedang kita selidiki lebih lanjut,” kata dia. 

Sebelumnya pada Selasa (11/12) malam, petugas juga merazia beberapa tempat yang diduga jadi lokasi kumpul orang pacaran. Bahkan dari sebuah kafe di kawasan Lampaseh, Banda Aceh, WH menemukan beberapa wanita berpakaian tidak pantas yang diduga sedang menunggu pelanggan. “Saat kami ke sana, ada beberapa wanita yang sudah lari. Sementara dua wanita lagi yang berpakaian tidak sopan kami lakukan pembinaan,” jelas Marzuki. (fit)

Editor : bakri