Prohaba.co
Polisi Bekuk Komplotan Pencuri Mobil Asal Sumut
Jumat, 7 Desember 2018 11:30 WIB
TAPAKTUAN - Satuan Reserse dan Kriminal (Sat Reskrim) Polres Aceh Selatan berhasil membekuk komplotan pencuri mobil asal Sumateras Utara. Sebanyak empat pelaku pencurian mobil asal propinsi tetangga itu kini diamankan di Mapolres Aceh Selatan guna mempertanggunjawabkan perbuatannya.

Kapolres Aceh Selatan, AKBP Dedy Sadsono ST didampingi Kasat Reskrim, Iptu Irwansyah kepada wartawan, Kamis (6/12) menjelaskan, keempat pelaku tersebut masing - masing, AI (17), FS (23), DA (20), dan SJ (40). “Keempatnya berasal dari Sumut,” ungkap Kapolres.

Dijelaskan Kapolres, aksi pencurian mobil tersebut terjadi pada hari Senin tanggal 03 Desember 2018 sekira pukul 03.30 Wib di Gampong Kreung Batee, Kecamatan Kluet Utara, Kabupaten Aceh Selatan. “Tindak pidana pencurian satu Unit Mobil L300 Minibus warna Hitam BL-1556-AN milik saudara Ibnu Rahmani itu diketahui saat sang pemilik melihat mobil tersebut tidak ada lagi di parkiran samping rumahnya,” kata Kapolres.

Pada saat itu, lanjut AKBP Dedy Sadsono, pemilik mobil langsung keluar dari rumah dan melihat mobil miliknya sudah dibawa lari ke arah Medan beriringan dengan mobil pelaku jenis Toyota Rush warna Hitam BK-1061-IW. “Kemudian korban mengejar mobil tersebut hingga akhirnya dia melaporkan ke Polsek Kluet Selatan,” papar Kapolres.

Kemudian, lanjut Kapolres, personil Polsek Kluet Selatan menghubungi Polsek Bakongan dan Polsek Trumon Timur untuk melakukan penghadangan dan pada saat itu mobil tersebut berhasil ditemukan di Gampong Baru, Kecamatan Bakongan. “Sedangkan pelaku melarikan diri dengan menggunakan mobil Toyota Rush menuju arah Medan dan akhirnya semua pelaku berhasil diamankan di Polsek Trumon Timur beserta barang bukti,” ungkap Kapolres.

Atas perbuatannya itu, lanjut Kapolres, empat pelaku beserta barang bukti saat ini diamankan di Mapolres Aceh Selatan guna pengusutan lebih lanjut. “Keempatnya diancam dengan Pasal 362 Jo pasal 363 Ayat (3) dan Ayat (5) KUHPidana dengan ancaman hukuman paling lama 9 tahun dan denda Rp 900 rupiah,” pungkas Kapolres.(tz)

Editor : bakri