Prohaba.co
Banjir Luapan Renggut Dua Nyawa
Kamis, 6 Desember 2018 15:56 WIB

IDI - Hujan deras yang melanda sejumlah kecamatan di Aceh Timur, Selasa pagi (4/12) kemarin menyebabkan sejumlah lokasi diterjang banjir luapan, hingga badan jalan banyak yang tenggelam.

Belakangan musibah banjir luapan itu merenggut dua nyawa bocah, pada hari yang sama namun di lokasi berbeda. Informasi yang diperoleh dari Polres Aceh Timur, kejadian pertama Selasa (4/12) sekira pukul 11.00 WIB jelang siang di Kecamatan Darul Aman, Aceh Timur. Korban adalah, Faizal Afkar (9) warga Gampong Lhok, Kecamatan Darul Aman,

Bocah itu dilaporkan meninggal dunia pasca tenggelam di banjir luapan pada areal sawah di Dusun Keude Oeng, Gampong Lhok Geulumpang, Kecamatan Darul Aman.

Amatan media ini, Selasa jelang siang itu, memang sejumlah kecamatan di Aceh Timur, dilanda hujan deras, sehingga sejumlah daerah terjadi banjir luapan. “Saat pulang dari kenduri Maulid kedua orang tuanya berhenti di areal persawahan tempat korban bermain. Saat itu, kedua orangtua korban menemukan jasad anaknya sudah mengapung, dan dalam kondisi meninggal dunia di areal persawahan yang tergenang banjir,” jelas Kapolres Aceh Timur, AKBP Wahyu Kuncoro melalui Kapolsek Darul Aman, AKP S Purba, Kamis.

Selanjutnya, orangtuanya langsung membawa jenazah korban untuk proses pemakaman. Sebelumnya kejadian, jelas Kapolsek, korban bersama kakaknya Putri (12), bermain air di areal sawah yang sedang dilanda banjir genangan. Saat itu juga ada sejumlah anak warga lainnya.

Sedangkan kedua orang tua Faizal dan Putri saat itu sedang pergi ke gampong tetangga memenuhi undangan kenduri Maulid. Bibik korban Nurhanifa yang melihat korban main banjir di sawah sempat melarang keduanya agar tidak bermain di lokasi banjir tersebut.

Tak lama kemudian bibi Nurhanifa pun pulang ke rumah. Kemudian Faizal dan kakaknya serta sejumlah temannya bermain banjir di areal persawahan. “Namun karena keasyikan bermain air sang kakak mengira bahwa adiknya telah pulang duluan ke rumah. Lalu si kakak juga pulang, dan setibanya di rumah sang kakak tak menemukan Faizal. Lalu si kakak mencari korban hingga ke rumah tetangga, dan rumah bibinya, tapi korban tak ditemukan,” jelas Kapolsek. Belakangan ditemukan dalam kondisi tak bernyawa.

Pada hari yang sama di lokasi berbeda yaitu di Gampong Pulo U, Kecamatan Nurussalam, Aceh Timur, juga terjadi korban meninggal akibat tenggelam saat bermain banjir luapan di jalan, yang mana banjir tersebut meluap dari parit yang berdekatan dengan jalan.

Pasca diguyur hujan deras, arus di parit ini sangat kencang dan meluap ke badan jalan. Kapolres Aceh Timur, AKBP Wahyu Kuncoro melalui Kapolsek Nurussalam, Iptu Soegiono, mengatakan Selasa sore (4/12) sekitar pukul 17.30 WIB, korban meninggal bernama Muhammad Saputra (10), sedang bermain banjir di jalan bersama teman-temannya.

Mereka bermain banjir berdekatan dengan saluran parit yang dialiri arus sangat kencang. Setelah bermain teman-temannya tidak mengetahui keberadaan korban, kemudian mereka langsung pulang ke rumah masing-masing.

Kemudian orang tua korban Nurdin Bin Ilyas, (35), yang merasa khawatir karena anaknya hingga sore menjelang Maghrib juga belum pulang ke rumah.

“Lalu orang tua korban mencari ke rumah teman-temannya juga tidak ditemukan. Setelah itu orang tua korban mencari ke rumah famili juga tidak ada, selanjutnya orang tua melaporkan kepada perangkat gampong bahwa anaknya telah hilang,” jelas Kapolsek.

Selanjutnya, perangkat gampong bersama masyarakat mencari korban di dekat TKP terakhir korban bermain banjir bersama teman-temannya.

“Setelah dilakukan pencarian korban ditemukan di areal persawahan yang juga dilanda banjir. Korban ditemukan 50 meter dari lokasi korban bermain banjir,,” jelas Kapolsek.

Saat itu, lanjut Kapolsek, korban ditemukan pukul 21.40 WIB, dalam kondisi sudah tak bernyawa. Ketinggian banjir genangan di areal sawah lokasi korban ditemukan setinggi 1 meter.(c49)


Editor : bakri