Prohaba.co
Lagi, Diamankan Pengemis Berdalih Santunan Anak Yatim dan Pembangunan Dayah
Senin, 3 Desember 2018 12:16 WIB
BIREUEN - Dinas Sosial (Dinsos) Bireuen, kini terus mengamankan pengemis yang masih berkeliaran di Kota Bireuen. Hal itu ditegaskan Kadinsos Bireuen, Drs Murdani usai menangkap enam orang pengemis (gepeng) dalam razia yang digelar pihaknya, Sabtu (1/12) sore. “Kami tidak segan-segan menangkap pengemis yang masih berkeliaran dalam Kota Bireuen, karena kehadiran mereka sudah cukup meresahkan masyarakat, pasalnya, para pengemis mayoritas masih segar bugar dan ada yang mengatasnamakan cari sumbangan untuk dayah, pesantren dan pembangunan masjid, serta anak yatim,” kata Murdani.

Padahal, para pengemis yang selama ini ditangkap oleh petugas, mereka mengemis untuk keperluan pribadi. Umumnya, mereka yang menyamar jadi pengemis itu masih sehat, tapi malas bekerja dan keasyikan mengemis, karena mudah mendapatkan uang. 

Murdani kepada Prohaba, Minggu (2/12) menyebutkan, dalam razia yang dilakukan pihaknya bersama Satpol PP pada Sabtu (1/12) sore, pihaknya berhasil mengamankan enam orang pengemis. Mereka mayoritas berasal dari luar Bireuen.

Enam gepeng yang diamankan petugas di Kota Bireuen Sabtu sore adalah Nursiah (51) warga Matang Kumbang Kecamatan Baktiya Aceh Utara, Amir Bidin (53), warga Kuta Glumpang Kecamatan Samudera Aceh Utara, Muhammad Syam (65) warga Deah Pangwa Kecamatan Trienggadeng Pidie Jaya, Marzuki Yahya (59) warga Matang Nibong Kecamatan Jeunieb Bireuen, Razulli (45) dan istrinya Ti Hawa (45) warga Cot Puuk Kecamatan Gandapura Bireuen.

Enam orang yang ditangkap itu sedang mengemis di kawasan Bundaran Simpang 4 Bireuen. “Saat ditangkap petugas, seorang pengemis berusaha melarikan diri, namun berhasil ditangkap petugas Satpol PP,” kata Murdani.

Mereka setelah ditangkap diamankan ke Meuligoe Bupati Bireuen. Namun setelah dinasehati, dikembalikan ke kampung halamannya dengan mobil penumpang umum. Ada juga pengemis yang dijemput keluarganya ke Meuligoe.

Tambah Murdani, khusus pengemis yg terjaring razia tahun 2018 yang berasal dari Kabupaten Bireuen, tahun 2019 akan dibantu modal usaha dalam bentuk pemberdayaan ekonomi, setelah tim Dinas Sosial melakukan survey keadaan sehari-hari para pengemis, guna melihat kelayakan dan jenis bantuan modal usaha yang sesuai dengan keahlian masing-masing.(c38)

Editor : bakri