Prohaba.co
IRT Jadi Terlapor Penipuan Miliaran Rupiah
Senin, 3 Desember 2018 12:09 WIB

* Modus Bisnis Kilang Padi

BIREUEN - Seorang wanita paruh baya yang juga ibu rumah tangga (IRT), Ny Yus bin Is (42), menjadi terlapor kasus dugaan penipuan uang senilai Rp 0,839 miliar serta emas murni dengan nilai ratusan juta rupiah. Ny Yus dilaporkan oleh tiga orang wanita yang juga warga sedesanya, di Gampong Hagu Kecamatan Peudada, Bireuen.

Polisi mencokok Ny Yus di rumahnya, Sabtu (1/12) sekira pukul 22.00 WIB malam, di Gampong Hagu. Laporan awal menyebutkan, ketiga wanita itu mengaku menjadi korban penipuan dari Ny Yus, karena uang yang dipinjamkan tak kunjung dikembalikan atau dicicil.

Ketiga wanita yang melaporkan ulah Ny Yus itu adalah, Zainabah binti H Abdullah Basyah (42), pekerjaan guru, Rahmi H Abdullah Yusuf (37) pekerjaan bidan dan Idarwati Abdullah Yusuf (40) pekerjaan karyawan BUMD, ketiganya warga Desa Hagu, Peudada.

Kapolres Bireuen AKBP Gugun Hardi Gunawan SIK MSi melalui Kasat Reskrim Iptu Eko Rendi Oktama SH, Minggu (2/12) mengatakan, awalnya mereka menerima laporan resmi dari saksi (korban). Laporan tersebut dipelajari dan ditindaklanjuti anggota, setelah itu baru melakukan penindakan dengan mengamankan terlapor, Ny Yus.

Dari laporan para saksi korban, modus penipuan kata Kasat Reskrim, terlapor atau pelaku datang minta bantuan pada korban untuk dipinjamkan uang dan emas murni sampai beberapa kali atau meminta secara bertahap dengan jumlah bervariasi dari ke tiga korban.

Korban Zainabah sudah menyerahkan uang Rp 25 juta dan emas murni seberat 15 mayam, korban Rahmi uang Rp 739 juta dan emas murni seberat 155,5 mayam, sedangkan Idarwati uang Rp 75 juta dan emas murni 54 mayam.

Janji terlapor kepada para korbannya, setiap musim panen tiba terlapor atau pelaku akan memberikan keuntungan dan berjanji akan membuka usaha kilang padi. Dari hasil kilang padi tersebut keuntungan akan diberikan kepada korban.

Namun, sejak uang dipinjamkan sampai saat ini, para korban tidak pernah menerima keuntungan serta pengembalian pinjaman tersebut, akhirnya kausu itu berujung ke ranah hukum. “Terlapor atau pelaku tindak pidana penipuan sudah ke Polres Bireuen, tim penyidik sedang memintai keterangan terhadap dugaan tindak pidana penipuan,” ujar Kasat Reskrim Polres Bireuen, Iptu Eko Rendi Oktama SH.(yus)


Editor : bakri