Prohaba.co
Cekgu SMA Diamankan Polisi
Sabtu, 1 Desember 2018 11:08 WIB
* Diduga Cabuli Siswinya

LANGSA - Seorang oknum guru salah satu SMA di Kabupaten Aceh Timur berstatus PNS, berinisial SN (40), warga Kota Langsa, ditangkap pihak berwjib Polres Langsa, karena diduga melakukan pencabulan terhadap seorang siswinya.

Kapolres Langsa, AKBP Andy Hermawan SIK MSc, melalui Kasat Reskrim, Iptu Agung Wijaya Kusuma SIK, Junat (30/11) mengatakan, setelah mendapat laporan dari keluarga korban atau dugaan kasus dugaan pencabulan anak di bawah umur, petugas langsung menangkap tersangka SN. “Tersangka SN ditangkap di rumahnya pada tanggal 22 November lalu dan kini telah diamankan di sel tahanan Mapolres Langsa untuk proses hukum lebih lanjut,” ujar Kasat Reskrim didampingi Kanitnya.

Iptu Agung Wijaya Kusuma, didampingi Kanit PPA, Bripka Dina Amelya SH, menambahkan, korban sebut saja bernama Bunga (17) warga salah satu gampong di Aceh Timur ini, melaporkan kasus yang menimpanya itu didampingi kedua orang tuanya, ke Unit PPA Reskrim Polres Langsa.

Menurut Kasat Reskrim, dugaan pencabulan menimpa Bunga ini dilakukan tersangka YN sebanyak 4 kali di tempat yang sama dengan waktu yang berbeda, ketika korban mengikuti latihan sinopsis di sekolahnya. 

Tersangka YN waktu itu, sengaja memanggil korban ke dalam ruang kerja YN yang kebetulan selain guru dia menjabat Waka Kesiswaan salah satu SMA di Aceh Timur tersebut. Karena merasa takut kepada gurunya itu, korban dengan terpaksa datang ke ruang tersangka YN.

“Selain sebagai guru tersangka YN juga menjabat Waka Kesiswaa sekolah itu,” jelasnya. 

Dirincikan Iptu Agung, pertama perbuatan dugaan cabul dilakukan tersangka YN pada tanggal 31 Maret 2018 lalu pukul 15.00 WIB. Lalu hal serupa kembali dilakukan tersangka YN, pada tanggal 2 Mei pukul 21.30 WIB.

Perbuatan ketiga, tersangka YN melakukannya pada tanggal 18 Juli pukul 14.00 WIB atau usai pulang sekolah. Kemudian terakhir, tersangka YN melakukan pencabulan terhadap salah seorang siswinya itu pada tanggal 15 Aguatus lalu. “Adegan pencabulan itu dilakukan lebih satu kali,” sebutnya.

Namun kepada penyidik, timpal Kasat Reskrim, tersangka YN membantah telah melakukan perbuatan hingga layaknya hubungan suami istri kepada korban.

Namun demikian, dari hasil visum at repertum terhadap korban, bantahan tersangka sepertinya gugur.

Akibat perbuatannya itu, tersangka YN disangkakan Pasal 81 Ayat 3 jo Pasal 82 Undang-undang Nonor 35 Tahun 2014 tentang perlindungan anak, dengan ancaman penjara paling singkat 5 tahun dan paling lama 15 tahun serta denda Rp 5 miliar.(zb)

Editor : bakri