Prohaba.co
Langganan DPO Diterjang Timah Panas
Minggu, 25 November 2018 09:38 WIB
LHOKSUKON – Maini (36) warga Desa Paya Terbang Kecamatan Nibong Aceh Utara, yang tercatat langganan DPO, karena terhitung sudah tujuh kali masuk DPO (daftar pencarian orang), Jumat (23/11) sekira pukul 04.00 dinihari WIB, akhirnya ambruk diterjang timah panas polisi.

Hamba hukum terpaksa menempuh kebijakan terukur itu, ketika Maini yang hendak dicokok kala dinihari itu, melawan polisi, dalam sebuah penyergapan di areal persawahan oleh aparat Polres Aceh Utara dan Polsek Nibong.

Sebelumnya Maini sudah masuk dalam Daftar Pencarian Orang (DPO) dalam kasus sabu-sabu. Selain Maini, polisi juga berhasil menangkap, Nazar (48) warga Desa Paya Terbang dan petugas juga menyita empat paket sabu seberat 1,79 gram, timbangan digital, satu pipa kaca pirex, plastik bening. Keduanya diduga akan melakukan transaksi. “Dari hasil pengungkapan kasus narkotika sebelumnya, Maini sudah berulangkali terlibat dalam kasus tersebut. Bahkan dia sudah ditetapkan petugas sebagai DPO tujuh kali dalam kasus narkotika,” ujar Kapolres Aceh Utara AKBP Ian Rizkian Milyardin melalui Kasat Narkoba AKP Ildani Ilyas, Sabtu (24/11).

Disebutkan, kasus terbaru yang melibatkan Maini adalah penangkapan terhadap Muktar (40) warga Desa Leuhong Kecamatan Paya Bakong pada Kamis (22/11) di desanya. Petugas mengamankan barang bukti delapan paket sabu, bersama timbangan digital dan barang bukti lainnnya. “Jadi delapan paket sabu yang kita amankan dari Mukhtar itu diperoleh dari Maini,” ujar Kasat Narkoba.

Disebutkan, karena itu petugas langsung mengembangkan kasus penangkapan terhadap Mukhtar dan kasus sebelumnya, sehingga mengetahui keberadaan Maini. “Dalam proses penyelidikan petugas, diketahui Maini hendak melakukan transaksi narkoba di areal sawah dengan Nazar. Lalu petugas langsung mengintainya ke kawasan areal sawah Desa Paya Terbang,” ujar AKP Ildani.

Disebutkan, setelah diketahui keberadaanya, kemudian petugas langsung menangkap Maini. Ternyata lelaki itu melawan dan berusaha melarikan diri, sehingga petugas terpaksa melepaskan tembakan yang mengenai bagian betis kanan. “Setelah kita geledah badannya, petugas menemukan empat paket sabu,” ujar AKP Ildani.

Lalu, tersangka Maini langsung dibawa petugas ke RSUD Cut Meutia untuk mendapat perawatan medis. Sedangkan Nazar langsung dibawa ke Mapolres Aceh Utara untuk menjalani pemeriksaan. “Maini masih dalam pengawalan petugas di rumah sakit,” ujar Kasat Nakorba.(jaf)

Editor : bakri