Prohaba.co
Pasutri Meninggal Dilindas Dump Truk
Jumat, 23 November 2018 11:36 WIB
*Akibat Jalan Berlubang

IDI - Udep sare mate sajan (sehidup semati)! Itulah lakon yang dilalui pasangan suami istri (pasutri) M Yusuf dan Nila. Keduamnya meninggal dunia nyaris bersamaan, akibat dilindas truk pengangkut material pembangunan jalan Peureulak - Lokop, tepatnya di perbatasan Gampong Paya Unou, dan Gampong Seuneubok Johan, Kecamatan Ranto Peureulak, Aceh Timur, Kamis (22/11) sekira pukul 13.00 WIB.

Keduanya menemui ajal akibat terjebak lubang jalan yang tertutup air, hingga terjatuh dari sepmor. Bersamaan dengan itu, muncul sebuah dumptruk berisi material yang gagal menghindari tabrakan, hingga pasangan suami istri itu tergilas dump truk. 

Pasutri yang merupakan warga Gampong Pulo Blang, Kecamatan Ranto Peureulak itu, saat kejadian melaju dari arah Peunaron menuju Gampong Beusa. Namun setibanya di TKP, sepeda motor yang mereka kendarai masuk dalam lubang di badan jalan yang tertutup genangan air.

Akibatnya, kedua korban jatuh dan terpental ke kanan jalan. Saat bersamaan melaju dump truk membawa material dari arah Gampong Beusa, menuju Peunaron, akibatnya kedua korban pun terlindas, dan meninggal dunia di TKP.

Informasi ini disampaikan oleh, Anggota DPRA asal Peureulak, Aceh Timur, Iskandar Usman Al-Farlaky, Kamis sore.

Iskandar menyebutkan, ia menerima informasi terkait kecelakaan itu, sekitar satu jam setelah kejadian. Informasi itu, ia peroleh dari Keuchik Pulo Blang dan anggota KPA Sagoe Nurul A’la. “Saya sungguh terkejut mendengar kabar ini. Apalagi kedua korban sangat saya kenal. Kedua almarhum warga yang baik dan ramah dengan semua masyarakat,” sebut Al-Farlaky.

Menurut Iskandar, berdasarkan keterangan yang diperolehnya dari lapangan, korban M Yusuf dan istrinya yang sering disapa, Kak Nila, berangkat dari Gampong Pulo Blang, Kecamatan Ranto Peureulak, menuju Idi untuk mengunjungi anaknya di Rutan Idi.

Namun sesampai di jalan rusak perbatasan Gampong Seuneubok Johan, dan Gampong Paya Uno, yang dipisahkan oleh jembatan. Di lokasi itu sepmor yang dikendarai pasutri tersebut masuk dalam lubang. “Lubang di atas jalan itu tergenang air. Mungkin korban tidak tahu jika ada lubang besar sebab terendam air. Saat jatuh langsung terpental ke sisi kanan jalan dan terlindas dump truk material proyek pembangunan jalan Peureulak-Lokop. Kita mempertanyakan tanggung jawab rekanan yang mengerjakan proyek jalan. Seharusnya lubang jalan kan bisa ditimbun batu untuk sementara waktu supaya truk mereka juga bisa lewat dan warga tidak jadi korban,” ujarnya. 

Untuk itu, Iskandar meminta persoalan meninggal kedua warga Pulo Blang, Kecamatan Ranto Peureulak, agar menjadi perhatian serius semua pihak berkompeten. Kepada pihak PUPR Provinsi Aceh agar memerintah rekanan untuk menimbun lubang jalan sementara waktu sembari menunggu proses pengaspalan. “Jangan sampai menunggu korban lebih banyak. Suami istri ini juga meninggalkan anak-anak yang masih kecil,” tukas Iskandar.

Sementara itu, Kapolres Aceh Timur, AKBP Wahyu Kuncoro, melalui Kasat Lantas Iptu Ritian Handayani, mengakui bahwa ia telah menerima informasi terkait suami istri meninggal dunia akibat kecelakaan dilindas truk di lintas Peureulak-Lokop. “Iya benar. Informasinya meninggal dua orang. Anggota masih di lapangan masih melakukan identifikasi,” kata Iptu Ritian Handayani, Kamis sore. (c49) 

Editor : bakri