Prohaba.co
Enam Pelanggar Syariat Islam di Pidie Dicambuk 320 Kali
Jumat, 16 November 2018 11:15 WIB
SIGLI - Enam pelanggar syariat islam di Kabupaten Pidie yang terlibat dalam khalwat, Kamis (15/11) sekira pukul 14.30 atau usai salat Zuhur menjalani hukuman sebanyak 320 kali cambuk yang dieksekusi di halaman mesjid At-Taqwa, Kecamatan Simpang Tiga, Pidie.

Prosesi eksekusi cambuk ini turut disaksikan oleh ribuan warga dari berbagai kalangan, terutama bagi masyarakat Simpang Tiga dan Kembang Tanjong yang melintas pada ruas jalan antar kecamatan itu. Karena, masjid terletak persis berada pada lintasan ruas jalan antar kecamatan. 

Kepala Satuan Polisi Pamong Praja dan Wilayatul Hisbah (Satpol PP dan WH) Pidie, Drs Iskandar Abbas, Kamis (15/11) mengatakan,  keenam terpidana pelanggar syariat Islam itu, empat diantaranya pelaku khalwat dan mesum berat. “Empat terpidana diantaranya yang dicambuk  masing-masing 30 kali yaitu  M Yusuf (60), Ben Hamid (53), Nurwani Malek (41) dan Amri Yusuf (30),”jelasnya.

Sementara dua terpidana lainnya yang menjalani cambuk masing-masing 100 kali yaitu, Musliadi (21) dan Yusrina (18), keduanya masing-masing disebat 100 kali. 

Menurut Iskandar, keenam pelanggar syariat Islam dicambuk oleh para  algojo dari Wilayatul Hitsbah (WH) setelah sebelumnya adanya putusan inkrah dari majelis hakim Mahkamah Syariyah Sigli.

Dari enam pelaku cambuk yang dieksekusi dua diantara  yang menjani cambuk masing-masing 100 kali mendapat perhatian khusus dari warga yang menyaksikan. Kedua terdakwa ini dalam menjalani proses cambuk terpaksa dihentikan beberapa kali. 

Seperti Yusrina pada sebatan ke 11 terpaksa dihentikan. Demikian halnya Musliadi pada sebatan ke 25 terpaksa dihentikan dikarenakan tak mampu menahan hempasan sebatan rotan sang Algojo yang didaratkan pada pungungnya itu silih berganti menghujam kulit belakang. “Kedua pelanggar syariat ini secara bergantian disebat hingga selesai 100 kali,” katanya.(c43)


Editor : bakri