Prohaba.co
Puluhan Baterai Lampu Jalan Dicuri
Kamis, 15 November 2018 11:43 WIB
* Beberapa Ruas Jalan Jadi Gelap Kala Malam

LHOKSEUMAWE - Sekitar 40-an lampu tenaga surya di beberapa ruas jalan di Kota Lhokseumawe, kini tidak lagi menyala di malam hari.  Kondisi tersebut dikarenakan baterai yang ada di tiang-tiang lampu dimaksud telah dicuri.

Ruas jalan yang gelap pada malam hari karena lampu jalan tidak menyala lagi antara lain, sepanjang jalan Pase, jalan Merdeka atau tepatnya di depan Bank Mandiri, serta di jalan pinggiran sungai Cunda.

Anggora DPRK Lhokseumawe, Taslim A Rani, kemarin, menyebutkan, pihaknya sudah sering mendengar keluhan masyarakat tentang kondisi beberapa ruas jalan yang gelap pada malam hari. Bahkan pihaknya sendiri ikut melihat langsung terkait kondisi tersebut.

Namun herannya, sebut Taslim A Rani, meskipun kondisi ini sudah berlangsung dalam beberapa bulan terakhir, sampai saat ini belum ada upaya dari pemerintah untuk melakukan perbaikan.

Sedangkan dengan kondisi gelap seperti itu, tentunya masyarakat sangat dirugikan. Karena masyarakat selaku pelanggan PLN, saat melakukan pembayaran rekening listrik atau membeli token listrik, harus ikut membayar pajak penerangan jalan umum (PPJU) yang jumlahnya hampir mencapai 10 persen. “Selain persoalan ruginya masyarakat karena sudah membayar PPJU, juga membuat kondisi kota tidak indah pada malam hari, karena gelap. Disamping juga tentunya akan rawan terjadinya tindak kejahatan di jalan raya,” paparnya.

Karena itu, politisi PA tersebut mendesak agar Pemko Lhokseumawe segera mengatasi persoalan ini. Jangan berlarut, sehingga beberapa ruas jalan yang sekarang gelap pada malam hari, bisa terang kembali.

Kepala Dinas Lingkungan hidup Kota Lhokseumawe, Zulkifli, membenarkan kalau puluhan lampu di sejumlah ruas jalan di Kota Lhokseumawe sekarang ini tidak menyala lagi. Hal ini terjadi akibat baterai-baterai yang ada di lampu tenaga surya telah dicuri. “Ada sekitar 40-an tiang yang baterainya telah dicuri. Kejadiannya dimulai sekitar enam bulan lalu. Pelaku melakukan pencurian baterai secara bertahap,” katanya.

Harga per baterai, sebut Zulkifli, mencapai Rp 5 juta. “Jadi kita targetkan ada kerugian sekitar 200 juta rupiah, karena ada biaya pasang dan lain-lainnya. Untuk pencurian baterai lampu jalan memang sudah kita laporkan juga ke polisi,” ujarnya.

Ditambahkan, lampu yang padam tersebut merupakan proyek dari Pemerintah Aceh pada tahun 2013-2014 lalu. “Namun begitu, untuk proses perbaikan kita rencanakan akan dimulai pada awal tahun 2019 ini secara bertahap,” demikian Zulkifli.(bah)


Editor : bakri