Prohaba.co
Truk Boks Hantam Warkop di Bireuen
Selasa, 6 November 2018 11:45 WIB
* Beat Kontra Beat Seorang Penumpang Meninggal 

BIREUEN - Truk boks kosong yang disopiri Dedi, warga Pidie, terbalik dan menghantam warung kopi di depan Stasiun Pengisi Bahan Bakar Umum (SPBU) Reuleut, Kecamatan Kota Juang, Bireuen, Senin (5/11), sekira pukul 06.00 WIB.

Sementara di Kecamatan Peureulak, Aceh Timur, terjadi kecelakaan antara sepeda motor Honda Beat Street BL 3853 DCH dengan Honda Beat BL 6621 DAN. Akibat kejadian itu, Nur Asma (24), penumpang Honda Beat Street, meninggal dunia. Ibu rumah tangga asal Bale Buya, itu menghembuskan napas terakhir di lokasi kejadian.

Informasi yang dihimpun Prohaba, pada peristiwa yang terjadi di Bireuen, mobil boks awalnya melaju dari arah Sigli ke Lhokseumawe. Saat tiba di Simpang Reuluet atau Perempatan Simpang Empat Meunasah Blang, Kota Juang, diduga sopir mengantuk. Mobil itu pun melaju ke kanan dan terbalik serta menghantam warkop.

Menurut beberapa saksi mata, truk boks tersebut melaju dalam kecepatan standar. Namun, saat itu jalan sangat licin karena baru diguyur hujan. Diduga, sopir mengantuk sehingga hilang kendali dan terbalik ke arah kanan. Kemudian, menghantam warung kopi. Akibatnya, rak mi pangsit depan warkop dan kanopi warga rusak berat.

“Kami sangat terkejut saat mobil terbalik dan menghantam warkop. Kalau tidak menghantam rak mi pangsit dan mobil tidak terbalik, kami yang ditabrak,” kata Afdal (36) warga Meunasah Blang, yang mengaku saat kejadian sedang duduk bersama tiga temannya di sebelah timur warkop.

Afdal mengatakan, saat kejadian, kawasan itu licin pascahujan mengguyur Bireuen usai shalat subuh. Namun, sopir dan warga yang duduk di warkop selamat. Tapi rak mi pangsit depan warkop dan kanopi warkop rusak berat.

“Dalam mobil boks hanya ada sopir dan kernetnya. Saat sopir keluar dari mobil, kernet masih tertidur. Kami mengira kernet meninggal. Setelah kami lihat, kernet selamat bahkan tidak luka-luka,” kata Afdal.

Sekitar satu jam setelah kejadian, beberapa anggota Satlantas Polres Bireuen tiba di lokasi. Petugas mengatur arus lalu lintas di lokasi kejadian yang merupakan Jalan Medan-Banda Aceh, kawasan padat kendaraan. Namun, tidak menyebabkan kemacetan lalu lintas. Setelah truk boks itu ditarik kembali, arus lalu lintas pun kembali normal.

Pada Kecelakaan yang terjadi antara sepeda motor Honda Beat Street BL 3853 DCH dengan Honda Beat BL 6621 DAN di Peureulak, terjadi di Jalan Medan-Banda Aceh di Seuneubok Pidie, Kecamatan Peureulak Kota, Aceh Timur, Sabtu (3/11), sekira pukul 19.30 WIB.

“Korban meninggal dunia setelah dibawa ke RSUD Sultan Abdul Aziz Peureulak, Aceh Timur. Korban meninggal karena mengalami benturan keras di kepala bagian belakang,” ungkap Kasat Lantas Polres Aceh Timur, Iptu Ritian Handayani, kepada Prohaba, Senin (5/11).

Sedangkan pengemudinya, Azhar dan anak mereka bernama Arja Ulfatah (2) yang juga warga Bale Buya, hanya mengalami luka ringan.

Kasat Lantas Polres Aceh Timur, Iptu Ritian Handayani, mengatakan kecelakaan terjadi berawal saat Honda Beat Street yang dikemudikan Azhar (31) berboncengan dengan istri dan anaknya, warga Bale Buya, Kecamatan Peureulak. Sepeda motor itu datang dari arah Medan menuju Banda Aceh.

Sedangkan Honda Beat BL 6621 DAN yang dikendarai Nia Ramadhani (13), warga Seuneubok Peusangan, Kecamatan Peureulak, Aceh Timur, juga melaju dari arah sama di depan Honda Beat Street yang dikemudikan Azhar.

Sesampainya di lokasi kejadian, Honda Beat Street yang melaju dengan kecepatan tinggi menyenggol stang kanan Honda Beat yang dikemudikan Nia Ramadhani. Kala itu, Nia sedang berhenti di kiri jalan karena ingin berbelok ke kanan menuju gang. 

Sementara pengendara  Honda Beat tidak bisa mengendalikan kendaraannya dan terjatuh di badan jalan. Akibatnya, penumpang yang dibonceng terjatuh di badan jalan dan seorang mengalami benturan di kepala bagian belakang pada aspal.

“Kesimpulan sementara, kecelakaan terjadi karena pengendara sepeda motor Honda Beat Street tidak memerhatikan situasi  lalu lintas di depannya,” pungkas Ritian Handayani.(c38/c49)

Editor : bakri