Prohaba.co
Plt Kepmad Swasta Lakukan Pelecehan Seksual
Selasa, 30 Oktober 2018 11:31 WIB
* Dalih Pengobatan

TAPAKTUAN - YR, Pelaksana Tugas (Plt) Kepala Madrasah Tsanawiyah (MTs) Swasta di salah satu kecamatan di Aceh Selatan, terpaksa berurusan dengan aparat kepolisian. Pria berusia 43 tahun ini dituduh melakukan pelecehan seksual terhadap lima pelajar di madrasah dimaksud.

“YR melakukan aksi bejatnya dengan cara mengiming-imingi pengobatan terhadap siswi yang kondisi fisiknya lemah. Kemudian, dia mengajak siswinya masuk ke ruangan Kepmad dan meraba dadanya,” kata Kasubbag Humas Polres Aceh Selatan, Iptu Yuhendri kepada Prohaba, Senin (29/10).

Yuhendri menjelaskan, YR sudah ditetapkan sebagai tersangka. Dia ditangkap berdasarkan laporan keluarga korban. “Awalnya, keluarga korban tidak mau melapor karena takut berdampak psikologis terhadap anaknya,” ungkap Yuhendri.

Namun, setelah salah seorang keluarga korban yang juga dosen di Banda Aceh memberi pemahaman, akhirnya mereka melaporkan kasus yang menimpa anak mereka itu ke Unit PPA Polres Aceh Selatan. “Hasil keterangan korban dan YR, terdapat kesesuaian. YR juga mengakui perbuatannya,” ungkap Yuhendri, didampingi Kasat Reskrim Iptu Irwansyah dan Kanit PPA Aida Fadhli.

Dari keterangan YR diketahui, dugaan pelecehan seksual itu sudah memakan lima korban. Kejadiannya di lokasi dan waktu berbeda, dengan cara mengimingi pengobatan mental terhadap korban. “Ada di ruang Kepmad, ada juga di ruang guru. YR berbuat cabul saat ruang guru sedang sepi,” ungkap Yuhendri.

Akibat perbuatannya, YR dijerat Pasal 82 juncto Pasal 76E Undang-undang Perlindungan Anak Tahun 2014. Sanksinya, pidana penjara paling singkat lima tahun dan paling lama 15 tahun, dan denda paling banyak Rp 5 miliar.

“Saat ini, YR sudah ditahan di Mapolres Aceh Selatan,” pungkasnya.

Sementara itu, YR mengakui telah berbuat pelecehan seksual terhadap kelima muridnya itu. Dia juga mengakui perbuatan cabul tersebut dilakukan di ruang kerjanya dan ruang dewan guru dengan berdalih pengobatan mental untuk muridnya yang lemah secara fisik.

“Jika saya lihat, murid yang lemah secara fisik saya ajak keruangan Kepmad untuk saya obati. Jadi, saat itulah saya raba bagian dada dan perutnya. Korbannya cuma lima orang,” aku YR sembari mengaku dirinya sangat menyesali perbuatan tersebut.

“Saya sangat meyesal dan tidak akan mengulanginya,” ungkap YR.(tz)

Editor : hasyim