Prohaba.co
Mantan Anggota Dewan Terpidana Pencabulan Diringkus
Jumat, 26 Oktober 2018 11:49 WIB
* Lama Buron

TAPAKTUAN - Tim gabungan Kejaksaan Negeri (Kejari) Aceh Selatan dibantu tim Kejaksaan Negeri Abdya, anggota Polres Aceh Selatan dan Anggota Polsek Tangan Tangan, Abdya. menciduk mantan Anggota DPRK Aceh Barat Daya (Abdya) Periode 2009 - 2014, Tgk Id. 

Pimpinan salah satu pesantren di Abdya itu menjadi terpidana kasus pencabulan terhadap seorang gadis yang merupakan anak didiknya sendiri. Ia diciduk di rumahnya di Gampong Rambong, Kecamatan Suak Setia, Kabupaten Abdya, Rabu (24/10) malam sekira pukul 20.30 WIB.

Kasus pencabulan yang  sempat menggemparkan Abdya dan Aceh Selatan ini terjadi pada bulan Oktober 2011 lalu. Bahkan pasca kejadian tersebut, Tgk Id resmi diusir dari rumah yang ditempati yang berada di salah satu komplek pesantren di Labuhan Haji, Aceh Selatan.

Informasi yang diterima, Rabu (24/10) malam, terpidana yang merupakan mantan anggota DPRK Abdya ini dijemput oleh Tim eksekutor di sekitar kediamannya di Gampong Rambong, Kecamatan Suak Setia, Kabupaten Aceh Barat Daya. “Karena telah terbukti secara sah dan meyakinkan melanggar Pasal 294 ayat (2) ke -2 sebagaimana dalam putusan Mahkamah Agung RI yang telah memiliki kekuatan hukum tetap (inckracht) Nomor : 193.K/Pid/2014 tertanggal 03 Juni 2014  dengan masa hukuman penjara selama 5 Tahun dikurangi masa penahanan sementara,” kata Kasi Pidum Kejaksaan Negeri Aceh Selatan, Rista Zullibar PA SH  yang selaku Tim Jaksa Eksekutor.

Dijelaskannya, Tgk Id merupakan terpidana dalam kasus asusila berupa pencabulan gadis yang merupakan anak didiknya sendiri, yang dilakukan sekira bulan Oktober Tahun 2011. Atas perbuatan tersebut, Majelis Hakim Pengadilan Negeri Tapaktuan menjatuhkan hukuman terhadap Tgk Id dengan Pidana penjara selama 4 tahun dikurangi masa penahanan sementara. “Kemudian atas putusan tersebut yang bersangkutan mengajukan upaya hukum dan pada tanggal 03 Juni 2014 Mahkamah Agung RI dengan Putusan kasasi Nomor :193.K/Pid/2014 menguatkan putusan Pengadilan Negeri pada tingkat pertama dan menolak permohonan kasasi yang diajukan oleh yang bersangkutan selaku pemohon serta memperberat hukuman terhadap yang bersangkutan dengan Pidana penjara selama 5 tahun dikurangi masa penahanan sementara dengan perintah terhadap yang bersangkutan segera dilakukan penahanan,” ungkapnya.

Lebih lanjut Rista Zullibar PA SH menyampaikan bahwas Tgk Id masuk dalam daftar pencarian orang (DPO) Kejaksaanegeri Aceh Selatan, karena sejak ditetapkannya Putusan Mahkamah Agung RI tersebut yang bersangkutan telah memiliki putusan tetap (inkracht) dan telah diupayakan dilakukan eksekusi dengan dilakukan pemanggilan secara layak dan patut, akan tetapi yang bersangkutan mangkir dari putusan tersebut sehingga baru pada Rabu malam yang bersangkutan dapat dilaksanakan eksekusinya. “Dengan berhasilnya eksekusi terhadap Tgk Id pada malam ini ,merupakan langkah nyata Kejaksaan Negeri Aceh Selatan  selaku eksekutor dalam mewujudkan zero tunggakan perkara Pidana,” tegasnya.

Setelah dilakukan pemeriksaan dan penandatanganan administrasi penahanan, terpidana Tgk Id dibawa oleh tim Jaksa eksekutor untuk kemudian diantarkan ke dalam Rutan Klas IIB Tapaktuan.(tz)

Editor : hasyim