Prohaba.co
15 Tahun Bui Untuk Kakek Perkosa Cucu Sendiri
Jumat, 26 Oktober 2018 11:53 WIB
MEULABOH - Majelis hakim Mahkamah Syar’iyah Meulaboh, Rabu (24/10) siang, menjatuhi hukumam 190 bulan (15,8 tahun) penjara terhadap Nurman (70) warga sebuah desa di Kecamatan Meureubo Aceh Barat dalam kasus pemerkosaan terhadap cucunya sendiri sebut saja namannya Jingga (14 tahun).

Vonis terhadap pria uzur itu sama dengan tuntutan jaksa penuntut umum (JPU) Kejari Aceh Barat.

Sidang dipimpin hakim ketua Hasanuddin SHI MAg dan hakim anggota Muji Hendra SHI MAG, dan Achmad Fikri SHI MHI. Sedangkan JPU dari Kejari Aceh Barat Baron Sidik SH MKn. Dalam vonisnya hakim menyatakan terdakwa terbukti secara sah dan menyakinkan melanggar Pasal 50 Qanun Aceh Nomor 6/2014 tentang Hukum Jinayat. “Menjatuhi hukuman penjara 190 bulan dan tetap ditahan,” ujar majelis hakim.



Vonis hakim tersebut sama dengan tuntutan JPU. Setelah pembacaan vonis, hakim  mempertantyakan kepada terdakwa dan JPU dalam kesempatan itu menyatakan pikir-pikir. Setelah persidangan selesai, terdakwa kembali dibawa ke Lembaga Pemasyarakatan (LP) kelas IIB Meulaboh tempat selama ini ditahan.

Seperti diberitakan seorang pria renta, Nurman (70), warga sebuah desa di Kecamatan Meureubo Aceh Barat, 19 Juni 2018 dicokok personil Polres Aceh Barat. Pria yang hari-hari sebagai petani itu tega mencabuli cucu sendiri sebut saja Jingga (14), kala sang cucu ditampung di rumahnya. Penangkapan pria renta Nurman, sejenak polisi menerima laporan ayah dari Jingga yang selama ini bekerja di Nagan Raya.

Gadis kecil itu selama ini sudah tidak memiliki ibu lagi karena meninggal dunia, tinggal dengan sang kakek dan neneknya di sebuah rumah. Namun tanpa diduga sang kakek malah menggerayangi cucunya sendiri. Jingga sendiri kini masih tercatat sebagai siswi sekolah di sebuah SMP di Aceh Barat.

Mendapat laporan dari ayah korban, polisi bergerak cepat sehingga melakukan penangkapan. Lelaki Nurman dicokok pada sebuah kebun tempat selama ini ia bertani. Pria yang sudah lanjut atau uzur itu tidak melakukan perlawanan dan dibawa ke Polres untuk proses hukum lebih lanjut.

Dari pemeriksaan sang kakek mengaku melakukan hal terlarang terhadap gadis imut Jingga yang tak lain cucunya sendiri. Selama ini sang kakek mengancam Jingga supaya tidak memberitahukan kepada siapa pun sehingga membuat korban takut.

Namun karena sudah tidak tahan serta sang ayah pulang ke rumah, korban akhirnya menceritakan tragedi yang ia alami pada sang ayah. Tak menduga darah dagingnya diperlakukan seperti itu, ayah dari Jingga langsung melaporkan kasus tersebut ke polisi.(riz)

Editor : hasyim