Prohaba.co
Maling Berantai Resahkan Warga Subulussalam
Rabu, 10 Oktober 2018 11:25 WIB
SUBULUSSALAM - Aksi pencurian berantai terutama dengan cara membobol rumah atau toko kembali meresahkan masyarakat di Kota Subulussalam, seperti diakui Bustami, salah seorang pedagang, Selasa (9/10), yang mengaku tokonya sempat dibongkar meski sang maling tak berhasil menggandol barang-barang di dalam toko.

Menurut Bustami, kasus pembobolan toko mereka itu terjadi, Minggu (7/10) dinihari lalu, tiga rumah toko (ruko)  yang berada di Jalan Malikussaleh, Desa Subulussalam Selatan, Kecamatan Simpang Kiri, Kota Subulussalam, juga ikut dibobol maling dan sempat menguras sebagian besar isinya.

Bustami menambahkan, aksi pembobolan tersebut diperkirakan terjadi kala dinihari. Kejadiannya menimpa tiga ruko yang berderet di persimpangan menuju Jalan Teuku Umar itu. Barang di dalam ruko milik Bustami tidak hilang, meski satu bagian pintu sempat dibobol dengan cara merusak kunci. Namun, kata Bustami, dua ruko milik tetangganya yang ikut dibobol kehilangan barang terutama di toko pakaian.

Dikatakan, salah satu ruko yang menjual pakaian habis digasak sang maling. Sementara satu ruko lainnya kehilangan televisi. “Toko saya juga sempat dirusak, kuncilnya dibobol tapi tidak sempat masuk. Sebenarnya ada tetangga yang mendengar tapi entah kenapa mereka tidak mau memberitahu saya. Menurut yang mendengar pelaku membawa mobil,” ujar Bustama dengan nada penuh kecewa.

Sepekan sebelumnya, aksi membobol rumah penduduk juga terjadi, persis Minggu dinihari. Korbannya adalah Alamin yang kehilangan satu unit sepeda motor jenis Honda Scopy serta sejumlah uang dan perhiasan. Maling masuk dari pintu belakang rumah, lalu membawa kabur harta benda mereka.

Kejadian serupa juga menimpa warga tetangga Alamin yakni Begah yang kehilangan uang tunai Rp 1 juta. Kasusnya sama yakni maling masuk dari arah belakang rumah sekitar pukul 03.00 WIB.

Bustami sendiri sebenarnya sudah berulangkali ditimpa musibah kemalingan. Bahkan dua kali kasus sebelumnya dia mengalami kerugian hingga puluhan juga. Sebenarnya, Bustami sudah berupaya mengantisasipasi aksi maling dengan memasang CCTV termasuk kunci dan pintu tambahan. Namun, diduga maling ini sudah sangat profesional sehingga CCTV dimatikan dengan cara memadamkan meteran lampu serta membuka gembok pintu dengan alat.

Saat kasus pembobolan sebelumnya, Bustami menduga pelaku berjumlah lebih dari satu orang. Kelompok maling itu membobol ruko mereka dengan cara memutus kunci besi menggunakan alat sejenis gunting besi bukan digergaji. Anehnya, sebagian potongan kunci dibawa oleh pelaku, yang diduga untuk menghilangkan jejak.

Kala itu, pelaku pun menguras pakaian bernilai mahal seperti cardinal, cressida, hugo dan lainnya. Tak hanya itu, uang tunai sebesar Rp 7 juta yang disimpan dalam laci meja toko tersebut juga disikat pencuri. Akibatnya, korban menderita kerugian hingga Rp 120 juta.(lid)

Editor : hasyim