Prohaba.co
Korban Penyekapan Masih Trauma dan Muntah
Kamis, 4 Oktober 2018 11:11 WIB
* Pelaku Diklaim Budong

SUKA MAKMUE - Widia Riati (39) warga Desa Ujong Patihah, Kecamatan Kuala, Kabupaten Nagan Raya, yang ditebas dengan parang oleh suaminya Hasanuddin (44), hingga Rabu (3/10), masih dirawat intensif di RSUD Sultan Iskandar Muda (SIM), Nagan Raya di Ujong Patihah. Wanita malang itu belum bisa dimintai keterangan oleh polisi, karena masih dalam kondisi trauma dan sering muntah muntah.

Sementara sejauh ini belum ada alasan yang jelas dari Hasanuddin, mengapa tega membacok istrinya, di depan anak anaknya sendiri. Namun beberapa sumber di kalangan tetangga Hasanuddin, pria itu dikenal memang temperamental atau istilah warga setempat, budong.

Selain itu Hasanuddin selama ini adalah PNS di Dinas Peternakan Nagan Raya, dan disebut sebut sebagai mantri hewan. 

Kapolres Nagan Raya, AKBP Giyarto melalui Kasat Reskrim AKP Boby Putra Ramadhan Sebayang yang dkonfirmasi, Rabu (3/10), mengatakan, korban hingga saat ini belum bisa dimintai keterangan, karena masih trauma dan muntah-muntah. “Setelah korban sehat kita akan mintai keterangan, sedangkan pelaku saat ini sudah kita tahan di Mapolres Nagan Raya untuk menjalani proses hukum lebih lanjut, terkait penganiayaan dan penyekapan yang ia lakukan terhadap istrinya sendiri,” kata AKP Boby.

Kepada polisi, Hasanuddin mengaku punca dari insiden berdarah itu terpicu karena istrinya tak memberi uang yang ia minta sebanyak Rp 1 juta. Tersangka mengaku meminta uang tersebut hanya untuk keperluan biasa.

“Dari pemeriksaan sementara pelaku membantah tudingan beberapa pihak yang menyebut insiden itu terpicu karena pengaruh pihak ke tiga dalam hal ini wanita idaman lain (WIL). Namun diakui, sebelum terjadi insiden penganiayaan itu pelaku memang jarang pulang ke rumah,” jelasnya.

Tak dijelaskan dimana pelaku tidur, saat tak pulang ke rumah. Sebelumnya diberitakan bahwa Widia Riati (39) warga Desa Ujong Patihah, Kecamatan Kuala, Kabupaten Nagan Raya ditebas dengan parang oleh Hasanuddin (44) yang merupakan suami korban sendiri. Insiden itu gara-gara pelaku tidak diberikan uang oleh korban.

Setelah dianiaya, pelakukan juga menyekapnya korban selama dua hari di loteng rumahnya, dan peristiwa tersebut baru diketahui Sabtu (29/9) sekitar pukul 16.00 WIB, setelah pelaku menyekapnya sejak Kamis (27/9) malam.

Saat ditemukan korban dalam kondisi kritis, akibat tebasan parang di bagian lutut dan jarinya, korban saat diturunkan dari loteng rumah terpaksa harus ditandu mengunakan kain sarung, lalu secara perlahan-lahan dievakuasi oleh warga, polisi dan TNI.(c45)

Editor : hasyim