Prohaba.co
Tikam Pemilik Toko Ponsel, Pria Dewamtara Babak Belur Dimassa
Rabu, 3 Oktober 2018 11:15 WIB
LHOKSEUMAWE - Ba (25) asal Dewantara Aceh Utara, Selasa (2/10) dini hari sekitar pukul 03.30WIB, babak belur dihajar massa. Aksi kekerasan tersebut harus dialaminya, setelah dia nekat menikam Basyirul Mukminin (27), pemilik toko ponsel di Keude Krueng Guekuh, Dewantara, Aceh Utara, saat Ba merampas handphone. Hingga kemarin sore, korban dan tersangka dalam kasus pencurian dan tindak kekerasan ini masih harus menjalani perawatan medis di Rumah Sakit Umum Cut Mutia, Buket Rata.

Kapolres Lhokseumawe AKBP Ari Lasta Irawan, melalui Kabagops Kompol Ahzan, menjelaskan, kala itu tersangka yang mengendarai sepeda motor jenis Vario BL 3505 KB datang ke toko ponsel milik Basyirul. Awalnya, tersangka berlagak seperti pembeli sambil meminta melihat handphone untuk dibelinya. Saat handphone sudah di atas rak, dan posisi korban berbalik badan, maka tersangka langsung menusuk korban dengan pisau dapur yang sebelumnya diselipkan di pinggangnya.

Tusukan mengenai beberapa bagian tubuh korban, seperti pinggang, tangan, kuping, dan bagian tubuh lainnya. Selanjutnya tersangka pun keluar dari toko.

Kebetulan kala itu ada warga yang mendatangi toko tersebut, korban pun minta tolong. Sehingga warga tersebut bersama masyarakat lain langsung mengejar tersangka.

Sejenak berhasil ditangkap, warga yang emosi langsung menghajar tersangka hingga babak belur. “Jadi untuk tersangka dan korban masih dirawat di rumah sakit,” ujar Kabagops.

Dalam kasus ini pihaknya mengamankan sejumlah barang bukti, diantaranya pisau dapur, satu unit handphone, dan sepeda motor tersangka.

Dengan adanya insiden ini, pihaknya mengimbau kepada seluruh masyarakat, termasuk para pedagang agar selalu hati-hati dan waspada.

Jangan lengah, karena pelaku kejahatan bisa saja berpura-pura baik, namun saat korban lengah, langsung melakukan aksi kejahatan. “Aksi pencurian dengan pemberatan selalu berpotensi terjadi. Karenanya masyarakat harus selalu waspada,” demikian Kompol Ahzan.(bah)

Editor : hasyim