Prohaba.co
Bandar Sabu Bawa Istri dan Anak saat Ditangkap
Jumat, 28 September 2018 11:36 WIB
* Enam Bal Sabu Disita Petugas BNN

BANDA ACEH - Badan Narkotika Nasional (BNN) Provinsi Aceh, mencium ada modus operandi baru yang dilakukan bandar narkoba dengan membawa serta istri dan anak saat mengantar barang terlarang itu kepada pemesannya.

Hal tersebut terungkap saat terduga bandar sabu MN alias Gade (30) warga Kecamatan Peureulak, Aceh Timur, ditangkap petugas BNNP Aceh bekerja sama dengan BNN RI dan BNNK Aceh Tamiang, Senin (24/9) sekitar pukul 18.20 WIB. “Ini modus baru yang dilakukan bandar sabu ini dengan membawa serta istri dan anaknya. Kalau saja waktu itu tidak ada istri dan anaknya, sudah saya tembak dia pada saat ditangkap di Simpang Kapal, Aceh Tamiang,” tegas Kepala BNNP Aceh, Brigjen Pol Drs Faisal Abdul Naser MH saat menggelar konferensi pers, Kamis (24/9).

Jenderal bintang satu ini menjelaskan, dalam penangkapan itu, pelaku terlihat ditemani istri serta seorang anaknya. Terungkap, rencananya enam bal barang haram itu akan diantar ke pemesan berinisial Fa. Waktu itu bandar MN bersama istri dan anaknya menaiki sepeda motor dan di dalam tas yang dikenakan MN, petugas mendapati barang bukti enam kg sabu-sabu yang telah dilakban kuning dan bertuliskan guanyiwang teh Cina. “Pengakuan MN, dia menyebutkan barang terlarang itu disuruh antar oleh temannya berinisial IF. Untuk tersangka Fa dan IF saat ini sudah masuk DPO. Kepada dua pelaku yang masih buron, yakni Fad an IF, kami minta segera menyerahkan diri. Bila tidak kami akan mengambil tindakan tegas dan terukur,” ujarnya. 

Terkait keberadaan enam kg sabu di dalam tas milik tersangka, apa diketahui oleh istri tersangka atau tidak, menurut Brigjen Faisal, masih didalami. “Istri dan anaknya kita izinkan pulang. Untuk perkembangan selanjutnya, masih didalami,” ujar Brigjen Faisal.

Lalu pada Rabu (26/9) sekitar pukul 16.00 WIB, BNNP Aceh juga menangkap Am (27) di Ulee Kareng oleh tim BNNP Aceh, atas pengembangan kasus penangkapan sabu sebanyak tiga bungkus di Jakarta yang melibatkan tersangka Pa. “Tersangka Pa ini merupakan pengendali pengiriman sabu dari Aceh tujuan ke Jakarta dan Batam. Jadi, barang haram ini selain sudah banyak beredar di Aceh, para bandar juga menjadikan Aceh ini sebagai jalur transit mengirim barang terlarang ini ke luar Aceh,” pungkas Brigjen Faisal.

Untuk pelaku Pa ditangkap oleh tim BNNP aceh saat tersangka berada di Ulee Kareng dan mengendarai mobil Honda Civic BK 1217 EV.

Personel opsnal Satuan Narkoba Polres Aceh Besar, menangkap ED (50), seorang petani warga Kecamatan Lhoong, Aceh Besar, Rabu (26/9) sekira Pukul 07.30 WIB. Dari tangan tersangka ditangkap 11 paket sabu-sabu seberat 2,43 gram. “Penangkapan tersangka berdasarkan informasi dari masyarakat tentang keberadaan pelaku yang sudah meresahkan di Kecamatan Lhoong. Lalu opsnal Satnarkoba menuju ke TKP pelaku langsung kita tangkap setelah sebelumnya kita pantau di Jalan Desa Blang Genteut Kecamatan Lhoong,” sebut Kapolres Aceh Besar AKBP Drs Heru Suprihasto SH melalui Kasat Narkoba Iptu Yusra Aprilla SH MH kepada Prohaba, Kamis (27/9).

Kepada petugas tersangka mengaku membeli barang haram itu dari seseorang yang sering disapa Bang Jun  dan kini telah masuk DPO Satuan Narkoba Polres Aceh Besar.(mir) 


Editor : hasyim