Prohaba.co
Prajurit TNI Disekap dan Dianiaya Teknisi
Selasa, 25 September 2018 11:32 WIB
* Satu Petugas Ditikam Obeng

MEDAN - Seorang prajurit TNI AU menjadi korban penyekapan dan penganiayaan di sebuah tempat perbaikan play station di Jalan Brigjen Zein Hamid, Medan Johor, Minggu (23/9) malam. Drama pembebasan ini tak kalah tegang karena pelaku nekat menikam satu anggota POM.

Penganiayaan ini menyebabkan Pelda Muhammad Chalik, personel Logistik Lanud Soewondo, Medan mengalami luka parah. Setelah dibebaskan rekan-rekannya, korban langsung dibawa ke RS Putri Hijau, Medan.

Korban mengalami pendarahan di kepala dan ada luka beram di pinggang akibat hantamaan tongkat bisbol yang terbuat dari besi. Dua pelaku, Jhoni (34) warga Medan Marelan dan Indra Jaya (38) penduduk Desa Sibirikbirik, Gunungtinggi, Deliserdang saat ini sudah diamankan. 

Petugas menyita sejumlah barang bukti, di antaranya tongkat bisbol dan obeng yang digunakan pelaku menganiaya korban. Kasus ini bermula ketika anak korban menyerahkan play station kepada Jhoni untuk diperbaiki. Ketika itu Jhoni tidak menyebutkan ongkos karena masih akan dilakukan pemeriksaan lebih dulu. 

Sebelum meninggalkan toko reperasi itu, anak korban diberi selembar kertas sebagai tanda terima penyerahan play station. Selang beberapa jam, Jhoni menelepon anak korban menerangkan kalau PS tersebut rusak dan biaya perbaikannya cukup mahal. Anak korban kemudian membatalkan perbaikan dan mendatangi toko pelaku untuk mengambil PSnya. 

Namun rencana ini gagal total karena pelaku meminta ongkos Rp 100 ribu sebagai ganti kuitansi dan biaya cek kerusakan. “Kebetulan dia (anak korban) gak bawa uang sebanyak itu. Namanya juga anak-anak, kan gak punya uang. Dia pulang bilang sama bapaknya kalau ongkosnya seratus ribu,” kata seorang kerabat korban.

Namun kedatangan Pelda Muhammad Chalik ke toko justru membuat suasana semakin gaduh. Protes korban atas tingginya ongkos cek perbaikan dibalas pelaku dengan hantaman tongkat bisbol ke arah kepala. Seketika korban ambruk dan darah segar langsung mengalir. Tak sampai di situ, kedua pelaku kemudian menutup pintu toko dan disebut berulang-ulang menganiaya korban. 

Hal ini dikuatkan dengan banyaknya bekas luka di tubuh korban. Sejumlah sumber mengatakan, pelaku tak menggubris meski korban sudah menyebut jati dirinya sebaai anggota TNI. Bahkan seorang wanita yang bertugas sebagai kasir sempat memprovokasi agar menghabisi korban.

Kawanan  pelaku disebut tidak akan membebaskan korban sebelum menyerahkan uang Rp 5 juta. “Sebelum ada uang lima juta, korban tidak akan dibebaskan orang itu (pelaku),” ucap kerabat tersebut. 

Drama penyanderaan yang berbau pemerasan ini akhirnya berakhir setelah POM TNI AU menjemput korban. Namun bukan tanpa rintangan, pembebasan ini memakan korba setelah salah satu anggota POM TNI AU ditikam obeng oleh pelaku. Bahkan sebelum diamankan, kedua pelaku sempat menyerang petugas dengan cara melemparkan sejumlah benda keras ke arah petugas. 

“Petugas dilempari pakai martil, obeng, pokoknya pakai benda-benda keras yang ada di dalam toko,” timpal warga yang menyaksikan kejadian itu.

Komandan Satpom AU Lanud Soewondo Mayor POM I Gede Eka Santika tidak membantah kalau operasi pembebasan ini melukai satu anak buahnya. Korban bernama Prada Zulfadli terluka setelah paha kanannya ditikam  obeng. “Kedua tersangka bersama barang bukti sudah kami amankan, dan kasus ini secepatnya akan kami limpahkan ke polisi,” kata Eka. (mad)

Editor : hasyim