Prohaba.co
Cabuli Bocah, Kakek Divonis 4 Tahun Bui
Minggu, 23 September 2018 10:30 WIB

*Jaksa Kecewa

TAPAKTUAN - Majelis Hakim Mahkamah Syar’iyah Tapaktuan, Kamis (20/9), menjatuhkan hukuman 48 bulan atau 4 tahun masuk bui terhadap kakek AS (75), asal salah satu desa di Kecamatan Babahrot, Kabupaten Aceh Barat Daya (Abdya). Pasalnya sang kakek gaek yang sudah bau tanah itu dinyatakan terbukti melakukan tidak pelecehan seksual terhadap anak di bawah umur--sebut saja--Bunga (5) yang juga warga setempat.

Putusan majelis hakim tersebut dinilai lebih ringan dari tuntutan Jaksa Penuntut Umum (JPU) dari Kejaksaan Negeri (Kejari) Abdya yang sebelumnya menuntut terdakwa dengan hukuman 150 kali cambuk. Atas putusan majelis hakim tersebut, Penasihat Hukum Terdakwa, Amdial SH MH menyatakan akan mengajukan banding, sedangkan JPU dari Kejari Abdya, Muhammad Iqbal SH menyatakan akan melaporkan hasil putusan tersebut ke Kajari Abdya, Abdur Khadir SH MH, karena dinilai terlalu rendah. “Menyangkut putusan majelis hakim tersebut apakah mengajukan banding, kami harus melaporkan dulu ke Pimpinan dan Pimpinan yang akan memutuskan banding atau tidak,” jelas Muhammad Iqbal SH saat ditanyai usai sidang pembacaan amar putusan majelis hakim tersebut.

Majelis Hakim Mahkamah Syar’iyah Tapaktuan yang diketuai, Dr Amir Khalis dengan didampingi dua Hakim anggota, masing - masing Hj  Murniati SH dan Iwin Indra SHi berpendapat bahwa karena unsur - unsur Pasal Jarimah Pelecehan Seksual telah terbukti secara sah dan meyakinkan, maka terhadap terdakwa dijatuhi hukuman 48 bulan penjara. “Terdakwa telah terbukti secara sah dan meyakinlan melalukan jarimah pelecehan seksual terhadap anak. Menjatuhkan hukuman terhadap terdakwa penjara 48 bulan dikurangi selama terdakwa pernah ditahan di rumah tahanan. Memerintahkan terdakwa untuk ditahan, membebankan kepada terdakwa biaya perkara sebesar Rp 5 ribu rupiah,” papar Majelis hakim dalam amat putusannya.

Sementara itu Kajari Abdya, Abdur Khadir SH MH melalui Jaksa Penuntut Umum, Muhammad Iqbal SH mengaku kecewa dengan putusan majelis hakim. “Kami tuntut dengan pasal pemerkosaan dan sangat jauh dari yang kami tuntut, maka atas putusan tersebut kami akan meminta petunjuk dari Pimpinan,” papar JPU dari Kejari Abdya, Muhammad Iqbal SH, usai berlangsungnya sidang dengan agenda pembacaan amar putusan Majelis Hakim Mahkamah Syar’iyah Tapaktuan tersebut.

Lebih lanjut, Muhammad Iqbal SH mengaku sangat kecewa dan prihatin dengan putusan Majelis hakim tersebut karena menurutnya majelis hakim sama sekali tidak peduli dengan fakta persidangan, sebab alat bukti yang dibutuhka sudah diajukan kepersidangan.(tz)

Editor : hasyim