Prohaba.co
Polisi Tangkap Remaja Bandar Sabu
Kamis, 20 September 2018 12:03 WIB
BANDA ACEH - Personel Opsnal Satuan Narkoba Polresta Banda Aceh, meringkus MN (19), remaja asal Kecamatan Simpang Tiga, Aceh Besar, setelah lama menjadi target operasi (TO) Kepolisian, Selasa (18/9) sekitar pukul 16.00 WIB. 

Pasalnya, bisnis haram itu telah ditekuni MN sejak dua tahun lalu, tepatnya saat remaja putus sekolah itu berumur 17 tahun. Sehingga diduga MN telah mengendalikan peredaran sabu-sabu di level kecamatan yang ada di Aceh Besar dan Banda Aceh serta diduga ‘dibantu’ sejumlah pelaku.

Kapolresta Banda Aceh, Kombes Pol Trisno Riyanto SH, melalui Kasat Narkoba AKP Budi Nasuha Waruwu SH, menjelaskan, bersama tersangka MN ikut ditemukan barang bukti (BB) sekitar 1,2 ons sabu yang dibeli seharga puluhan juta, petugas juga mengamankan tersangka lain yang diduga memiliki kaitan kuat dengan bandar sabu tersebut. “Penangkapan MN merupakan pengembangan dari penangkapan tersangka lain yang memiliki hubungan dengan MN,” kata AKP Budi, kepada Prohaba, Rabu (19/9).

Kasat Narkoba menjelaskan, penangkapan empat tersangka bersama sejumlah BB itu dilakukan di dua lokasi di Aceh Besar. Penangkapan terhadap dua tersangka pertama kata Budi yang memimpin operasi itu dilakukan Sabtu (15/9) sekitar pukul 17.30 WIB.

Kedua pelaku warga Kecamatan Darul Imarah, Aceh Besar itu, berinisial AM (20) dan IM (27). “Keduanya ditangkap di sebuah ruko di Darul Imarah. Bersama dua tersangka petugas juga menemukan BB satu kotak kaleng rokok berisi 4 bungkus besar sabu. Lalu satu kaleng rokok lainnya berisikan 25 bungkusan kecil sabu-sabu. Lalu, dari 29 bungkus sabu-sabu itu memiliki berat bruto sekitar 8,94 gram,” ujar AKP Budi.

Dari seluruh BB sabu-sabu itu diakui milik tersangka AM yang didapat seharga Rp 4 juta dari MN dan AB, pada Jumat (14/9). Tersangka MN berhasil ditangkap, sementara AB masih diuber oleh petugas dan telah masuk daftar pencarian orang (DPO). “AM yang memiliki hubungan dengan MN dan AB membeli sabu-sabu itu untuk dijual kembali. Lalu IM yang ditangkap saat itu ikut menggunakan sabu milik AM,” sebut Budi.

Dari interogasi yang dilakukan terhadap tersangka, petugas menangkap dua buruh bangunan warga Kecamatan Meuraxa, yakni JU (36) dan Ar (42). Keduanya ditangkap Selasa (18/9) sekitar pukul 01.00 WIB dini hari, di sebuah gubuk kebun di Kecamatan Darul Kamal, Aceh Besar. Bersama keduanya, kata Budi, juga ditemukan sejumlah BB, berupa satu bungkus kecil sabu-sabu berat bruto 0.3 gram dan satu bong (alat isap sabu). “Waktu ditangkap kedua tersangka baru saja menghisap sabu-sabu di TKP. Selain memunculkan nama Am yang telah masuk DPO, tersangka juga mengungkapkan sabu-sabu juga dipasok MN untuk sekedar mereka gunakan. Itu pengakuan mereka, ungkapnya.

Nama MN sebagai bandar yang menjadi target Polresta Banda Aceh selama ini, diakui oleh para tersangka sebagai bandar besar dari transaksi haram tersebut. Petugas pun menyusun strategi dan akhirnya berhasil menangkap tersangka pada Selasa (18/9) sekira pukul 16.00 WIB di sebuah tambak di Kecamatan Meuraxa, Banda Aceh. “Pada saat tersangka ditangkap, ditemukan BB sabu-sabu dengan berat bruto 1,2 gram lebih dari TKP penangkapan dan rumah tersangka MN di Kecamatan Banda Raya, Banda Aceh. MN sendiri mengaku mendapatkan suplai sabu-sabu selama ini dari seseorang yang masih kami lacak keberadaannya. Pengakuan tersangka untuk 1,2 ons lebih itu dia beli seharga Rp 61 juta lebih. Kami masih mencari tersangka lain serta sejumlah pengguna dan bagian jaringan MN yang telah kami kantongin identitasnya,” sebut AKP Budi.

Dari pengakuan MN, dia mengedarkan sabu-sabu di Aceh Besar, meliputi Kecamatan Darul Kamal, Darul Imarah, dan Simpang Tiga dan dua Kecamatan di Banda Aceh, yakni di Banda Raya dan Meuraxa.(mir) 

Editor : hasyim