Prohaba.co
Game Ludo Telan Korban Nyawa
Rabu, 19 September 2018 11:06 WIB
* Berawal Dakwa Dakwi di Lapak Permainan

BANDA ACEH - Permainan game ludo online kini makin marak saja. Bukan hanya di kantoran, hingga pangkalan becak pun lapak permainan itu dilangsungkan. Karena potensi saling ledek sangat tinggi, permainan ludo itu juga sering memancing emosi. Terakhir, Senin (17/9), lapak ludo itu menelan korban nyawa.

Tragedi miris dari permainan menyia-nyiakan waktu itu terjadi pada sebuah warung kopi, kompleks Cinta Kasih, Gampong Neuheun, Kecamatan Mesjid Raya, Aceh Besar. Korban nyawa itu menimpa Yusdi M Daud (47) warga Neuhuen, Senin (17/9) sekitar pukul 21.00 WIB. 

Warga kompleks cinta kasih itu menghembuskan napas terakhir saat  penanganan medis di Rumah Sakit Umum Zainoel Abidin (RSUZA) Banda Aceh. Sejenak tiga tikaman menghujam ke tubuhnya, yang dilakukan Tarjudin (38) yang juga warga setempat.

Kapolresta Banda Aceh, Kombes Pol Trisno Riyanto SH, mengungkapkan, penikaman berujung maut itu berawal saat korban bersama teman-temannya bermain game ludo online di warung kopi milik Iswandi (45), dalam kompleks Cinta Kasih.

Pada waktu itu lanjut Kapolresta, tersangka juga berada di warung kopi yang sama, tempat terjadinya penikaman tersebut. “Dari kronologis kejadiannya, pada saat itu korban bersama teman-temannya sedang bermain game ludo online. Tiba-tiba tersangka Tarjudin mencampuri permainan ludo yang sedang dimainkan Yusdi dan teman-temannya, termasuk yang main saat itu Iswandi,” kata Kombes Trisno, dalam konferensi pers di Polresta Banda Aceh, Selasa (18/9).

Korban yang kurang senang dengan pelaku yang ikut campur dalam permainan yang sedang dia mainkan bersama teman-temannya itu, akhirnya menegur tersangka sambil melayangkan tamparan ke Tarjudin, di depan teman-teman serta orang-orang yang ada di warung tersebut. Tersangka yang menerima tamparan itu justru tidak membalas apalagi melakukan perlawanan terhadap Yusdi. Namun, pria tersebut langsung meninggalkan warung dan memilih pulang ke rumahnya. “Ternyata begitu tiba di rumahnya, tersangka mengambil pisau dapur dan memutuskan kembali ke warung kopi milik Iswandi. Tersangka yang menuju ke warung kopi tersebut mendekat ke korban Yusdi, lalu dengan spontan tersangka langsung menikam korban di dada kiri,” ujar Kombes Trisno. 

Korban yang menyadari dirinya dalam bahaya, mencoba berlari keluar warung. Namun, tersangka yang sudah hilang kendali mengejar korban yang ke luar dari warung. Begitu korban berhasil meraih tubuh Yusdi, tersangka kembali menghujamkan tusukannya ke rusuk sebelah kiri dan di punggung belakang korban.

Lalu warga yang menyesaki warung tersebut langsung memukul kaki tersangka dengan kayu balok. Tersangka sempat merintih kesakitan dan berhasil melarikan diri. Begitu juga dengan warga yang tidak mengubris tersangka, memilih menyelamatkan nyawa korban ke rumah sakit. “Pelaku yang kabur setelah melakukan penikaman itu, akhirnya berhasil ditangkap Tim Opsnal Satreskrim Polresta dan Polsek Krueng Raya, sekitar pukul 03.00 dini hari, tepatnya di rumah kosong, tempat tersangka bekerja selama ini di Kompleks Dolog, Kecamatan Ingin Jaya, Aceh Besar,” sebut Kombes Trisno.

Mantan Kapolres Aceh Tenggara ini menjelaskan, pulangnya tersangka ke rumah dan mengambil pisau untuk menikam korban, sudah masuk ke dalam status perencanaan, sehingga tersangka pun dibidik pasal berlapis dengan ancaman hukuman mati atau penjara seumur hidup atau paling lama 20 tahun. “Kita sudah memintai keterangan sejumlah saksi warga setempat, di antaranya atas nama Iswandi pemilik warung, Jol (40) pedagang dan Ruslan (38),” pungkas Kapolresta.

PENYESALAN selalu datang saat akhir, ketika nasi sudah menjadi bubur. Itulah yang diungkapkan Tarjudin, saat ditanyai awak media, kemarin. Kala satu nyawa telah melayang sia-sia, saat itulah Tarjudin mengaku menyesal atas perbuatannya.

Ia berdalih, meneysal itu karena dirinya sudah bekeluarga di Gampong Neuheun, dan juga mengaku memiliki tiga anak-anaknya yang masih kecil. “Saya malu dan rasanya diinjak-injak harga diri saya saat kerah baju saya ditarik sama dia (Yusdi M Daud-red), lalu saya ditampar. Waktu itu saya sudah tidak tahu pikir apa lagi yang akan saya hadapi, apalagi sampai seperti ini. Saya betul-betul merasa harga diri saya diinjak-saat saat saya ditampar depan orang ramai. Seharusnya itu tidak dia lakukan, kan tinggal dibilang baik-baik, kenapa harus menampar saya,” ungkap Tarjudin.

Ya sebuah tamparan yang dijawab oleh Tarjudin dengan hujaman tikaman pisau yang berbuntut kematian. Toh penyesalan sudah tak ada gunanya. Satu lagi bukti bahwa permainan ludo hanya perbuatan sia-sia yang berpotensi hilang nyawa sekalipun.(mir)

Editor : hasyim