Prohaba.co
Berdiri di Tengah Jalan, Kios Pedagang Aksara Dibongkar Paksa
Jumat, 14 September 2018 10:41 WIB
MEDAN  - Pemko Medan membongkar puluhan kios pedagang eks Pasar Aksara yang berada di tengah Jalan Arif Rahman Hakim, Medan, Kamis (13/9). Penertiban ini dilakukan menjelang pelaksanaan MTQ Nasional pada Oktober 2018 mendatang yang rencananya dihadiri Presiden Joko Widodo.

Penertiban ini sendiri tidak berjalan mulus. Pedagang menolak kehadiran petugas Satpol PP, karena berdalih sudah diizinkan Presiden Joko Widodo untuk berdagang di tengah badan jalan.

Alhasil keributan kecil sempat terjadi, dan beberapa pedagang sempat menunjukkan luka kecil di tubuhnya akibat bersinggungan dengan petugas. “Tengok ini tanganku berdarah. Pahaku tadi ditendang sama Satpol PP,” kata seorang pedagang.

Pedagang yang membuka lapak di tengah badan jalan raya ini sebelumnya menghuni kios di gedung Pasar Aksara. Namun selepas pasar itu terbakar pada 2015, Pemko Medan memutuskan tidak melakukan renovasi. Bahkan gedung yang bergandengan dengan Buana Plaza itu dirobohkan.

Sebagai aksi protes, pedagang nekat mendirikan kios di dua lajur Jalan AR Hakim yang berada persis di depan eks Pasar Aksara. Keberadaan pedagang membuat kesan kumuh dan menjadikan arus lalu lintas tidak lancar.

Pemko Medan sebenarnya sudah menyediakan lapak baru di Komplek MMTC, Deliserdang yang berjarak sekira satu kilometer dari eks gedung Pasar Aksara. Namun relokasi ini ditolak.

Kabid Trantibum Satpol PP Deliserdang Marjuki mengatakan, sosialisasi soal penertiban itu sudah dilakukan jauh hari. Apalagi, penggusuran itu disebut-sebut berkaitan dengan pelaksanaan MTQ Nasional pada Oktober mendatang. “Sebenarnya kalau hubungannya, ini sudah lama. Cuma waktu juga karena sudah melanggar peraturan,” ujarnya.(mad)

Editor : hasyim