Prohaba.co
Tiga Napi Edar Bakong Ijo di Rutan
Rabu, 12 September 2018 12:02 WIB
SIGLI - Tiga narapidana dalam Rumah Tahanan (Rutan) Kelas II B Benteng, Sigli, diringkus tim Opsnal Satuan Reserse Narkoba (Sat Resnarkoba) Kepolisian Resor (Polres) Pidie, Minggu (9/9), sekira pukul 16.15 WIB. Ketiganya napi kasus ganja itu dituduh mengedarkan bakong ijo di dalam Lembaga Pemasyarakatan (LP) tersebut.

Dari ketiganya, polisi menyita 1.700 gram ganja kering yang telah dipaket. Kini, polisi masih memburu pemasok canabis sativa ke Rutan itu.

Kapolres Pidie, AKBP Andy Nugraha Setiawan Siregar, mengatakan ketiga napi itu ditangkap berdasarkan laporan sipir Rutan pada anggota Sabhara Polres Pidie yang bertugas di sana.

Akhirnya, salah seorang polisi, Aipda Nasrullah, mengecek kamar yang ditempati napi. Di sana, Nasrullah menemukan barang-bukti yang telah dipaket menggunakan lakban dalam kemasan kue. Hasil temuan tersebut dilaporkan ke Resnarkoba Polres Pidie.

“Ketiga napi mengakui, ganja tersebut tersebut milik mereka. Rencananya mereka mengedarkan di lembaga pemasyarakatan tersebut,” jelas Andy kepada Prohaba, Selasa (11/8).

Dia menyebutkan, ketiga napi yang diringkus tersebut masing -masing berinisial BR (40) dan MH (48), warga Kramat Luar, Kecamatan Kota Sigli. Lalu, RRD (26), warga Tijien Daboh, Kecamatan Meureudue, Pidie Jaya. Ketiganya pengedar ganja di Rutan Kelas II B Benteng Sigli. Ketiga napi kasus ganja tersebut pun telah digelandang bersama barang bukti ke Mapolres Pidie.

Kata Andy, dari hasil pemeriksaan ketiga napi, barang ganja itu juga ditemukan dalam pekarangan Rutan Kelas II B Benteng, Sigli. “Total barang bukti yang ditemukan dua paket. Totalnya 1.700 gram. Ini merupakan kasus ganja terbesar yang terbongkar di dalam Rutan Kelas II B Benteng Sigli. Sementara pemasok masih kami buru,” jelasnya.

Dia menambahkan, penangkapan ketiga napi di dalam Rutan Kelas II B Benteng Sigli membuktikan peredaran narkoba di dalam rutan masih terjadi. Akibatnya, Rutan yang tujuannya mengubah napi lebih baik, justru tidak baik kalau peredaran narkoba masih terjadi.(naz)

Editor : hasyim