Prohaba.co
Kabur dari LP, Napi Malah Nekat Jadi TNI Gadungan
Rabu, 12 September 2018 12:03 WIB
* Tipu Sejumlah Warga dan Bawa Lari Emas

LHOKSEUMAWE - Yu (33) terbilang nekat. Sudah membuat kesalahan lari dari Lembaga Pemasyarakatan (LP), malah berlagak sebagai anggota Intel Komando Daerah Militer (Kodim). Lakon menjadi TNI gadungan itu memuluskan jalan pria asal Syamtalira Aron, Aceh Utara, tersebut untuk menipu sejumlah warga.

Namun, aksinya terpaksa pungkas setelah tim Kepolisian Sektor (Polsek) Banda Sakti, Lhokseumawe, beberapa hari lalu menciduknya. Dia dituduh menipu dan membawa lari emas sejumlah korban.

Kapolsek Banda Sakti, Iptu Arief Sukmo Wibowo, menjelaskan, Yu sekarang  ini masih berstatus narapidana (napi) Lembaga Permasyarakatan (LP) Klas II Lhokseumawe. Yu pernah diciduk polisi pada awal 2017 lalu. Namun, dia kabur beberapa bulan lalu.

Kemarin, ditangkap berdasarkan delapan laporan warga terkait penipuan. Modusnya, dengan menjadi oknum TNI gadungan, menipu warga dengan mengatakan, komandannya membutuhkan berbagai barang. Saat korban memiliki apa yang dia minta, korban langsung diajak bertemu dengan komandannya di Kodim.

Sampai di lapangan Sudirman, Lhokseumawe, atau depan Kodim, dia menyebutkan seluruh perhiasan korban harus dibuka. Sebab, aturan di militer tidak boleh memakai emas jika berhadapan dengan komandan. Saat emas dibuka, dia langsung kabur dengan membawa emas korban.

Atas perbuatan itu, dia divonis 3,5 tahun. Dia baru bebas dari LP pada 24 Juni 2020 mendatang. Namun, pada 13 Juni 2018, Yu pun melarikan diri dari LP Klas II Lhokseumawe. Beberapa hari kabur dari LP, dia kembali melakukan penipuan sama.

Laporan pertama diterima Polsek Banda Sakti pada 21 Juni 2018. Korbannya, Muslem, asal Samudera, Aceh Utara. Dia kehilangan lima mayam emas dan uang Rp 200 ribu.

Laporan kedua, pada 5 September 2018. Korbannya Marlina, asal Tanah Luas, Aceh Utara. Dia kehilangan cincin dan gelang emas dengan total harga Rp 5,5 juta. Laporan ketiga pada 8 September 2018. Korbannya Wandi, asal Syamtalira Aron, Aceh Utara. Dia kehilangan dua cincin emas dengan harga Rp 1,6 juta.

Menurut Arief,  ketiga korban ditipu dengan cara sama: Yu mengaku intel Kodim sedang mencari berbagai bahan yang dibutuhkan komandannya. Ada yang dikatakan butuh tanah untuk bangun toko, ada yang dibutuhkan daun rumbia untuk atap kandang, serta lainnya.

Saat korban menyatakan memiliki barang tersebut, dia langsung bawa ke Lhokseumawe. Sampai di Lapangan Sudirman, korban diminta membuka perhiasan emasnya karena hendak menghadap komandan. “Saat emas dibuka korban, dia pun langsung kabur,” paparnya.

Menindaklanjuti ketiga laporan terbaru itu, polisi melacak keberadaan Yu. Akhirnya diketahui, Yu kost di kawasan Banda Sakti. Maka, pada 7 September 2018, dia pun ditangkap. Bersama dia, turut disita satu sepeda motor, sepatu, dan sejumlah surat emas milik korban.

“Kini Yu sudah ditahan di Mapolsek untuk proses hukum lanjutan,” pungkas Arief.(bah)

Editor : hasyim