Prohaba.co
Warga Gerebek Tersangka Mesum Di Rumah Kos
Minggu, 9 September 2018 11:15 WIB
LANGSA - Diduga  berbuat mesum di rumah kos yang berada di Gampong Meutia, Kecamatan Langsa Kota, Sabtu (8/9/2018) siang, sepasang kekasih digerebek warga dan diserahkan ke Wilayatul Hisbah (WH).

Pelaku yakni Angga Wahyudi (32) alamat sesuai KTP merupakan warga Gampong Lhok Banie Kecamatan Langsa Barat, dan pasangan wanitanya Mulliani  (21), warga Seureuway, Aceh Tamiang.

Kepala Dinas Syariat Islam Kota Langsa, Drs H Ibrahim Latif MM, kepada Prohaba mengatakan, pasangan non muhrim ini digerebek warga sekitar pukul 12.15 WIB di dalam satu rumah kos Gampong Meutia, yang selama ini disewa oleh si pria. 

Saat digerebek warga, Wahyudi sempat menyembunyikan pasangan kekasihnya itu di sebuah lemari pakaian. Namun warga tak terkecoh dan berhasil menemukan wanita itu, dan langsung menggiring keduanya keluar rumah kos tersebut.

Akibat perbuatannya itu mereka harus berurusan dengan qanun syariat Islam. Bahkan warga yang tersulut emosi karena perbuatan pasangan itu mengotori gampongnya, nyaris menghakimi keduanya.

Beruntung saja, petugas Wilayatul Hisbah (WH) yang mendapatkan informasi itu cepat bergerak ke lokask mengamankan kedua pelaku mesum itu. Untuk menghindari hal tak diinginkan, siang itu juga keduanya langsung diamankan ke markas WH di kantor Dinas Syariat Islam Kota Langsa.

Kepada petugas mereka mengakui telah berulang kali melakukan hubungan layaknya suami istri. Bahkan di dalam handphone mereka ditemukan rekaman video perbuatan tak senonoh mereka berdua. “Mereka diduga memang sudah sering melakukan perbuatan terlarang di rumah kos tersebut, dan itu dikuatkan dengan pengakuan pasangan kepada petugas yang mengintrogasinya,” ujarnya.

Ibrahim Latif menambahkan, warga di sana sudah lama mencurigai laki-laki itu yang sering memasukkan perempuan ke rumah kos ini, dan di rumah kos tersebut saat digerebek tidak ada orang lain kecuali mereka berdua.

Saat ini mereka diamankan untuk diproses sesuai ketentuan yang berlaku. Jika terbukti dan  memenuhi unsur, mereka akan diserahkan kepada penyidik Polres Langsa untuk diproses hukum cambuk, sesuai dengan Qanun Aceh Nomor 6 Tahun 2014 tentang hukum Jinayat. (zb)

Editor : hasyim