Prohaba.co
Pancuri Beusoe Pageu Masjid Berdarah-darah Jatuh dari Sepmor
Minggu, 9 September 2018 11:14 WIB
BIREUEN -  Seorang maling besi pagar Masjid Ridha Jeumpa, Bireuen, terjatuh dari sepeda motor saat dikejar warga di jalan nasional Medan-Banda Aceh, tepatnya Simpang Adam Batre, Kota Juang, Bireuen, Sabtu (8/9). 

Akibat kecelakaan tunggal itu, gigi dan dahi serta kaki maling itu berdarah-darah. Sepeda motor jenis Honda Supra juga rusak. Syukur, maling besi masjid tersebut selamat dari amukan massa. 

Karena sejumlah warga setempat, masih merasa iba terhadap maling yang sudah berdarah-darah akibat jatuh dari sepmornya. Bahkan, beberapa warga juga menyarankan maling yang tidak memiliki kartu identitas itu dibawa ke rumah sakit untuk berobat.

Serambi yang berada di lokasi kejadian, sempat melihat kerumuman warga yang ikut menolong maling tersebut jatuh dari sepmor. Dari mulutnya keluar darah, dahi dan kakinya luka, serta celana jean panjang yang dipakai laki-laki paruh baya itupun ikut robek di bagian lututnya.

Tidak lama kemudian, maling itupun diangkut ke rumah sakit dr Fauziah yang tidak jauh dari lokasi kejadian, sambil mendorong sepmornya yang sudah tidak hidup lagi. Sedangkan besi siku pagar masjid yang dicurinya, diambil warga dan dibawa kembali ke Masjid Ridha Jeumpa.

Teuku Burhanuddin (Tubur), warga Cot Keutapang Jeumpa, saat ditemui Serambi di lokasi kejadian mengatakan, dirinya yang pertama mengejar maling itu saat melihat pencuri besi pagar di masjid tersebut beraksi. 

Besi siku pagar masjid dimasukkan maling dalam karung dan dibawa dengan sepmor ke arah Kota Bireuen. “Saya kejar maling itu dengan sepeda motor, tapi saya tidak berteriak maling untuk menghindari amuk massa,” kata Tubur.

Tapi akhirnya maling itu pun jatuh dari sepmornya. Saat ditanya warga untuk apa mencuri, katanya tidak ada uang. “Melihat kondisi maling itu kita masih iba, syukur warga tidak main hakim sendiri dan maling itu pun sudah ke rumah sakit untuk berobat karena berdarah-darah akibat jatuh dari sepmornya,” ujar Tubur. (c38)

Editor : hasyim