Prohaba.co
Marsudin Nainggolan Batal Jadi Hakim Tinggi
Kamis, 6 September 2018 12:26 WIB
MEDAN - Mantan Ketua Pengadilan Negeri Medan Marsudin Nainggolan dipastikan batal menjadi hakim tinggi di Pengadilan Tinggi Denpasar. Marsudin yang sempat terjaring operasi tangkap tangan KPK dimutasi menjadi hakim yustisi Mahkamah Agung atau sering disebut hakim tanpa palu.

Serah terima jabatan Ketua Pengadilan Negeri Medan dari Marsudin Nainggolan kepada Djaniko MH Girsang dipimpin di Ketua Pengadilan Tinggi Medan, Rabu (5/9). Jabatan baru Marsudin sebagai hakim yustisi di Mahkamah Agung sempat mengejutkan pihak internal, karena sebelumnya Marsudin sudah disebut-sebut bakal promosi menjadi hakim tinggi di Pengadilan Denpasar.

Sumber pengadilan mengatakan perubahan mutasi ini berkaitan langsung dengan operasi tangkap tangan di PN Medan terkait putusan terhadap Tamin Sukardi, beberapa waktu lalu. Meski lolos dari status tersangka, Marsudin terlanjur sudah memunculkan kesan negatif karena sempat dibawa penyidik ke gedung KPK, dan kemudian diperika Badan Pengawas MA.

Humas PN Medan Erintuah Damanik menjelaskan, kebijakan mutasi serupa juga dilakukan terhadap dua hakim lainnya yang terjaring OTT KPK, yakni Wahyu Prasetyo Wibowo dan Sontan Merauke Sinaga. Wahyu yang sebelumnya Wakil Ketua PN Medan sempat diisukan akan dipromosikan menjadi Ketua PN Serang, Banten.

“Setelah serah terima jabatan hari ini, ketiganya kini menjadi hakim yustisi di MA,” kata Erintuah.

Djaniko sendiri mengakui dirinya mengemban tugas berat karena harus mengembalikan citra PN Medan usai digeledah KPK. Namun hakim yang sebelumnya menjabat Ketua PN Palembang ini menegaskan dirinya sudah punya trik tersendiri. Menurutnya wibawa para penegak hukum akan kembali tegak dengan cara disiplin.

“Sebanarnya protap dari MA sudah ada. Disiplin di jajaran hakim dan disiplin dalam menangani perkara. Tugas saya menegakkan kembali disiplin ini agar proses peradilan berjalan baik,” ucapnya.(mad)

Editor : bakri