Prohaba.co
Olah Remaja, Polisi Gadungan Dipermak Massa
Selasa, 4 September 2018 11:05 WIB
* Disita Jimat dan Narkoba

MEDAN - Berbekal nyali dan jimat, Syafrizal Nasution (22) warga Jalan Terusan, Pecut Seituan, Deliserdang nekat mengaku-ngaku sebagai polisi. Seorang remaja yang sempat terpedaya dengan penyamaran ini, justru menjadi sutradara untuk menjebloskan pemuda pengangguran ini ke penjara.

Syafrizal yang awalnya berwajah sangar kini meringkuk di sel Polsek Percut Seituan dengan wajah babak belur. Bogem mentah dari sejumlah orang di Jalan Pasar XV, Percut Seituan, Deliserdang, Minggu (2/9) malam sudah cukup membuat penjahat satu ini jera.

Malapetaka ini berawal dari aksi Syafrizal bersama seorang temannya “menangkap” remaja A (19) yang sedang duduk di pinggir jalan sekira pukul 21.00 WIB. Dengan suara bariton berwibawa, Syafrizal memperkenalkan dirinya sebagai polisi. Kemudian dia meminta A menunjukkan STNK sepeda motor yang dikendarai A.

Karena permintaan itu tidak bisa dipenuhi, A kemudian dibawa dua polisi gadungan itu dengan alasan akan diperiksa di kantor. “Penangkapan” ini dilakukan dua polisi gadungan itu menggunakan sepeda motor dan mendudukkan A di bagian tengah.

“Korban sempat percaya kedua pria yang menangkapnya sebagai polisi. Tapi ketika diturunkan di sebuah rumah kosong, korban mulai curiga,” kata Kapolsek Percut Seituan, Kompol Faidil Zikri, Senin (3/9).

Di dalam rumah itu korban diberi dua pilihan, masuk penjara atau damai dengan menyerahkan uang Rp 700 ribu. Namun korban bersikeras tidak memiliki uang, sehingga tersangka kembali membawa korban berputar-putar menggunakan sepeda motor. Tanpa didasari tersangka, rute perjalanan mereka kembali ke lokasi “penangkapan” yang merupakan daerah domisili korban.

Tak ayal kesempatan itu langsung dimaksimalkan korban berteriak sekeras-kerasnya. Dalam teriakan itu, korban menyebut dua pelaku sebagai begal. Terang saja jeritan jelang tengah malam itu membuat warga geram dan langsung mengambil sikap untuk meringkus sekaligus memberi pelajaran kepada tersangka. Sayangnya, dalam operasi penangkapan ini warga hanya berhasil meringkus Syafrizal, sedangkan temannya kabur.

Belakangan dari pemeriksaan terkuak kalau tersangka merupakan pemain lama. Setidaknya dugaan ini diperkuat dengan temuan tiga kunci sepmor dan tiga lembar STNK diyakini hasil kejahatan. Selain itu, dari saku celana tersangka ditemukan pisau lipat, alat isap dan tiga plastik bekas bungkus narkoba, serta selembar kertas bertuliskan aksara Arab yang diyakini sebagai jimat.

“Untuk teman tersangka yang kabur, kami imbau segera menyerahkan diri. Percuma bersembunyi karena identitasnya sudah kami ketahui secara jelas,” ucap Faidil.(mad)

Editor : bakri